Lhokseumawe Terapkan Penyekatan, Sekolah Tetap Aktif

TERJARING RAZIA- Petugas Satpol PP Kota Lhokseumawe menegur warga pengendara sepeda motor yang melanggar Prokes Covid-19 tidak memakai masker saat berada di luar rumah terjaring dalam operasi yustisi di depan Terminal Bus Lhokseumawe, pada Sabtu (28/8). ARMIADI/RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Kota Lhokseumawe yang berpenduduk hampir 200 ribu jiwa, saat ini berubah status menjadi zona merah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kondisi itu membuat tim Satgas Covid-19 Lhokseumawe akan melakukan penerapan PPKM level 4 yang dimulai sejak Senin (30/8) besok.

Pos penyekatan juga akan diterapkan dan khusus masyarakat yang memiliki sertifikat vaksin baru dibolehkan masuk ke Kota Lhokseumawe. Pos itu berada di kawasan Los Kala, Simpang Selat Malaka, Cunda dan beberapa pos pantau di dalam Kota Lhokseumawe.

Namun, anehnya sekolah di Lhokseumawe masih tetap belajar tatap muka secara terbatas atau shift sebagaimana pemberlakuan level 3. Sesuai dengan Instruksi Mendagri No 37 tahun 2021 yang berlaku sejak 24 Agustus Hingga 6 September 2021. Dalam instruksi itu jelas disebutkan 20 kabupaten/kota di Provinsi Aceh berada di level 3 termasuk salah satunya Kota Lhokseumawe.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe Ibrahim melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Abdul Malik, dikonfirmasi Rakyat Aceh, Ahad (29/8) mengatakan, untuk Senin besok pihaknya masih tetap mengaktifkan sekolah belajar mengajar tatap muka secara terbatas atau shift seperti yang berjalan selama ini.

“Kita belum berani meliburkan sekolah jika tidak ada instruksi Walikota Lhokseumawe kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyangkut PPKM level 4. Kita tunggu saja Instruksi Walikota atau surat edaran untuk kembali belajar daring bagi siswa SD dan SMP di Lhokseumawe,”katanya.

Untuk itu, ia tetap mengimbau kepada siswa yang belajar mengajar tatap muka secara terbatas supaya mematuhi Prokes Covid-19 seperti memakai masker dan lainnya. Termasuk kepada guru yang akan mengajar juga harus menjalankan Prokes sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu Juru bicara Satgas Covid-19 Lhokseumawe Marzuki dikonfirmasi Rakyat Aceh Ahad (29/8) mengatakan, saat ini Lhokseumawe masuk zona merah pandemi Covid-19 dan akan diberlakukan PPKM dari level 3 ke level 4.

“Jadi untuk sekolah libur atau tidak sejauh ini belum ada instruksi Walikota Lhokseumawe terkait hal tersebut, kami masih menunggu instruksi Walikota,”ucapnya.

Akan tetapi, sebut Marzuki yang juga Kabag Humas Setdako Lhokseumawe, saat ini pihaknya tetap mengacu kepada Instruksi Walikota Lhokseumawe Nomor 1100 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 3 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 tingkat Gampong untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Wilayah Kota Lhokseumawe.

Instruksi Walikota itu mulai berlaku pada tanggal 23 Agustus 2021 sampai dengan 6 September 2021.

Dilokasi terpisah, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto kepada awak media pada Sabtu kemarin menjelaskan, pihaknya bergerak cepat dengan meningkatnya status Lhokseumawe dari PPKM level 3 ke 4.

“Satgas Covid-19 sudah melakukan rapat lintas sektoral terkait hal tersebut. Kami akan terus mengoptimalkan persyaratan PPKM Level 4 di Kota Lhokseumawe yang akan dimulai Senin besok dengan apel siaga,”ungkapnya. Disebutkan, sifatnya preventif, premtid dan pendisiplinan kepada masyarakat sesuai aturan perlu segera diterapkan dengan dilakukan penyekatan di sejumlah titik.

Selain itu, lanjut Kapolres, untuk proses belajar mengajar sekolah jika sudah level 4 dirinya sudah menyarankan saat rapat Satgas Covid-19 untuk belajar secara daring. (arm/ra)