RSUDZA tingkatkan Kapasitas Petugas dalam Penanggulangan Tuberculosis

Banda Aceh – Walaupun Pandemi Covid-19 sedang meningkat melanda Provinsi Aceh tetapi tidak menyurutkan tekad semua pihak di lingkungan RSUD dr. Zainoel Abidin untuk terus berbenah termasuk menyelenggarakan kegiatan Inhouse Training Peningkatan Kapasitas Petugas Rumah Sakit dalam penanggulangan Tuberkulosis pada lingkungan RSUDZA. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada hari Senin 30 Agustus 2021.

Wakil Direktur Pengembangan SDM RSUDZA dr. Arifatul Khorida, MPH dalam sambutannya menjelaskan bahwa salah satu strategi yang dilaksanakan dalam penanggulangan Tuberkulosis adalah mengembangkan kebijakan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan yang memadai baik untuk pengembangan SDM di tingkat fasilitas Kesehatan maupun tingkat pengelola program.

“Tujuan diselenggarakannya kegiatan Inhouse Training ini merupakan bagian dari pengembangan SDM agar tercapainya rasio ideal SDM pemberi pelayanan dan pengelola program Tuberkulosis yang terlatih pada tahun 2024 untuk mencapai target Eliminasi Tuberkulosis yang komprehensif”, Ujar Arifa yang merupakan alumni SMA Taruna Nusantara.

Arifatul Khorida menjelaskan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin mendukung sepenuhnya penanggulangan tuberculosis di Indonesia pada umumnya dan di Aceh pada khususnya dengan menyediakan fasilitas pelayanan rujukan maupun fasilitas penunjang yang lengkap dan dengan sumber daya manusia yang unggul dan terlatih.

“Harapan kami, In House Training ini betul-betul bermanfaat dalam penanggulangan Tuberkulosis, khususnya dalam meningkatkan kapasitas petugas rumah sakit dalam melakukan upaya promotive, preventif, kuratif dam rehabilitative sehingga angka kesakitan, angka kecacatan, dan angka kematian akibat tuberculosis dapat diturunkan sesuai target eliminasi”, Tambahnya

Di samping itu dalam kesempatannya, atas nama Direksi dan Manajemen RSUD dr. Zainoel Abidin Arifatul Khorida berharap Inhouse Training yang dilaksanakan tersebut para peserta dapat lebih terampil dalam mengatasi setiap permasalahan terkait masih tingginya penularan, masih tingginya resistensi obat dan dampak negative yang timbul dalam pengobatan Tuberkulosis.(rel/azr)