Kejaksaan Simeulue, Bakar BB Narkoba dan Alat Tangkap Ilegal Fishing‎

‎Kejaksaan Negeri Simeulue, musnakan BB Perkara Kriminal Umum dengan cara dibakar . Selasa (31/8). Ahmadi - harianrakyataceh.com.

HARIANRAKYATACEH.COM – Kejaksaan Negeri Simeulue resmi musnakan Barang Bukti (BB) atau barang rampasan dari 23 perkara yang telah berkekuatan hukum (inkrah) setelah vonis oleh Pengadilan Negeri Sinabang dan Pengadilan Negeri Mahkamah Syar’iyah Sinabang, Selasa (31/8).

Untuk kepastian hukum dan diketahui publik kemudian Barang Bukti tersebut yakni berbagai jenis alat tangkap ikan terlarang, narkoba je‎nis sabu-sabu dan ganja serta sejumlah BB perkara tindak pidana lainnya dimusnakan secara terbuka dengan cara dibakar.

“Hari ini kam dari  Kejaksaan Negeri Simeulue selaku eksekutor resmi musnakan berbagai jenis BB dari 23 perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap atau telah inkrah‎. Pemusnahan dengan cara membakar BB itu dilaksanakan secara terbuka, sehingga kepastian hukum diketahui oleh publik”, kata Kejari Simeulue,R Hari Wibowo, kepada Harian Rakyat Aceh, sesaat setelah pemusnahan BB.

Masih menurut R Hari Wibowo didampingi Bupati Erli Hasyim dan Kapolres AKBP Pandji Santoso, penegakan dan kepastian hukum untuk wilayah Kabupaten Simeulue merupakan tanggungjawab bersama, serta selain pemusnahan BB perkara ilegal Fishing dan Narkoba tersebut, masih ada BB perkara lainnya yang masih dalam tahapan proses hukum, serta bila nantinya telah inkrah, juga akan kembali dimusnakan.

“Insyaallah, berdasarkan catatan perkara yang ada sama kita, satu atau dua bulan kedepan mungkin masih ada lagi pemusnahan BB lagi. Dan harapan kami dengan pemusnahan secara terbuka ini, sehingga masyarakat mengetahui transparansi dan kepastian hukum, sehingga penegakan hukum di Simeulue semakin baik dan kesadaran hukum Masyarakat Simeulue juga semakin meningkat‎”, imbuhnya.

Sementara itu Bupati Simeulue Erli Hasyim yang ikut serta memusnakan dan membakar BB perkara tindak pidana umum itu secara terbuka dan transparan itu, diharapkan menjadi pembelajaran terutama dengan sasara kepada generasi muda yang merupakan cikal bakal menjadi pemimpin negeri dimasa mendatang, supaya kedepannya tidak mencoba-coba atau sengaja melanggar untuk melawan aturan hukum‎.

“Kalau kita sudah ternodai dengan perbuatan melanggar hukum termasuk hal hal seperti itu, bagaimana kita bisa memimpin daerah kita. Maka pelajaran hari ini semoga bisa kita baca, disaksikan dan dilihat sehingga masyarakat dapat mengerti bahwa narkoba tidak boleh dikonsumsi dan sanat dilarang. Karena selain merusak kesehatan dan tidak ada untungnya bagi kita. Hanya menghabiskan uang saja,” Ujar Bupati Simeulue.

Bupati Erli Hasyim juga menitip pesan, wilayah Simeulue merupakan daerah kepulauan, sehingga bisa dimasuki dari berbagai arah untuk kejahatan narkoba, dengan keterbatasan sumberdaya yang tersedia bidang penegakan hukum, maka diminta peran serta masyarakat, dalam pemberantasan narkoba, sehingga wilayah kepulauan bersih dan tidak ternoda dengan berbagai jenis narkotika.

Kapolres  AKBP Pandji Santoso menambahkan, Provinsi Aceh bukan lagi sebagai lintasan atau transit narkoba, tapi telah menjadi jalur pitu masuk narkoba dari berbagai negara didunia, terutama dari negara Malaysia dan wilayah benua Timur Tengah, sehinga diminta masyarakat maupun komponen yang ada untuk mengawasinya.

“Untuk memutuskan rantai peredaran berbagai jenis narkoba, menjadi PR bersama khususnya di Simeulue. Untuk itu kami minta tolong kepada Masyarakat untuk mengawasi dan kami akan membuka komunikasi, bila ada informasi ada pengedaran dan pemakai narkoba tolong hubungi kami,”tegas Kapolres Simeulue.‎

Adapun BB yang dimusnakan tersebut narkoba jenis sabu-sabu seberat 38,05 gram dengan estimasi nilai harga Rp 2 juta persatu gram. BB ganja seberat 665,53 gram dengan estimasi harga Rp 300 ribu persatu ons. Selanjutnya 3 unit HP berbagai jenis.

BB alat tangkap ikan terlarang yang dimusnakan lainnya itu, yakni berupa sebanyak dua rol selang atau dengan panjang sekitar 80 meter. Lima pasang dakor, empat pasang fin (kaki bebek). Dua unit senter selam. ‎Enam unit kacamata selam. Lima unit alat tembak ikan dan terakhir dua unit timah pemberat. (ahi).