Swab PCR atau Antigen, Syarat Wajib Peserta CPNS di Aceh

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan, Pengawasan Badan Kepegawaian Aceh (BKA) Munawar

BANDA ACEH (RA) – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerapkan sejumlah protokol kesehatan bagi peserta CPNS yang akan mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Begitu juga para peserta diwajibkan untuk melakukan swab test PCR kurun waktu maksimal 2 x 24 jam atau rapid antigen kurun waktu 1 x 24 jam sebelum jadwal pelaksanaan SKD masing-masing peserta dengan hasil negatif atau non reaktif. Ketentuan ini pun menimbulkan respon yang beragam. Tidak sedikit netizen yang menyatakan protesnya melalui media sosial karena dinilai memberatkan peserta tes CPNS.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan, Pengawasan Badan Kepegawaian Aceh (BKA) Munawar menjelaskan, sesuai instruksi BKN, Swab PCR atau Antigen menjadi syarat wajib bagi peserta CPNS untuk bisa ikut tes SKD.

“Mereka peserta sebelum masuk mengikuti ujian, maka harus diswab dulu sesuai kurun waktu yang telah ditentukan. Untuk Peserta itu terserah mereka ingin melakukan swab dimana saja, kita pun tidak fasilitasi dan tidak ditanggung provinsi karena tidak ada biaya,” jelasnya.

Kata Munawar, provinsi Aceh yang meliputi Sabang, kota Banda Aceh d a n Ac e h Be sa r, direncanakan tes digelar pada tanggal 7 September 2021, yang bertempat di aula BPSDM Aceh, namun pihaknya saat ini masih menunggu keputusan dari BKN Pusat. Sedangkan untuk kabupaten/kota itu menjadi kewenangan mereka sendiri untuk mempersiapkan waktu dan tempat ujian SKD.

“Kalau secara nasional tanggal 2 September 2021, tapi kalau instansi di tanggal 14 September mendatang. Karena kita sudah melakukan berbagai persiapan duluan, maka kita berinisiatif dipercepat dan saat ini sedang menunggu surat dari pusat untuk kepastian digelar di tanggal 7 September 2021,” jelasnya.

Munawar menerangkan, untuk Te s S w a b P C R atau Antigen saat ini pihanya belum menerima adanya keluhan dari peserta CPNS. Ia menghimbau agar para peserta terus mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan, terus belajar dan bersaing secara sehat.

Sebelumnya diberitakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi mengumumkan aturan terbaru. Adapun sejumlah aturan yang diumumkan tersebut yang pertama, sebelum mengikuti tes, peserta diharuskan melakukan swab tes PCR dalam kurun waktu 2×24 jam. Atau melalukan tes antigen kurun waktu 1×24 jam dengan hasil negatif/non reaktif. Yang pelaksanaannya sebelum mengikuti seleksi CASN.

Selain itu, peserta wajib menggunakan masker tiga lapis ditambah dengan masker kain di bagian luar (double masker). Kemudian, khusus bagi peserta seleksi CASN tahun 2021 di Jawa, Madura dan Bali wajib sudah divaksin dosis pertama.

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen menjelaskan bahwa pelaksanaan tes antigen tidak disediakan anggaran oleh Kementerian Keuangan.

“Jadi panitia tidak menyediakan alokasi anggaran untuk itu. Tapi saya minta untuk difasilitasi. Jadi daripada mereka mencari-cari titik lokasi untuk antigen maka itu yang tadi pagi saya sampaikan agar instansi bekerja sama dengan penyelenggara jasa antigen. Panitia tidak menyediakan anggaran jadi prinsipnya tetap menggunakan uang (peserta) sendiri,” katanya dalam konferensi persnya beberapa waktu lalu. (mar/rif)