Penyakit Seribu Wajah Serang Remaja Yatim, YARA Galang Dana

Remaja Subulussalam Marwan (17) didiagnosa menderita penyakit lupus. Foto alim

HARIANRAKYATACEH.COM – Wajah Marwan (17) membengkak dan berkerak berwarna hitam nyaris menutupi seluruh wajahnya, hingga merambat ke kepala dan seluruh tubuhnya.

Marwan didiagnosa menderita penyakit lupus penyakit sistemik lupus eritematosus atau sering disebut penyakit Seribu wajah. Mata kanan kiri mulai membengkak dan berkerak bahkan daun telinganya juga turut melebar. Sekujur tubuhnya juga berkerak dan bengkak-bengkak, sehingga tak ada satupun bagian tubuhnya terlihat bersih dari penyakit lupus.

Lupus merupakan penyakit kronik yang dapat memengaruhi berbagai organ tubuh. Lupus tergolong penyakit autoimun, yaitu sistem imun atau daya tahan tubuh mengenali organ tubuh sebagai sesuatu yang asing dan menyerangnya. Hal ini akan menyebabkan rasa nyeri, bengkak, dan kerusakan pada organ tersebut.

Marwan diserang penyakit lupus sudah terbilang lama. Pada tahun 2010 lalu, Ani ibu Marwan membawa pergi berobat ke Rumah Sakit Umum Adam Malik, Medan. Keberangkatan mereka pada saat itu berkat sumbangan warga Desa Makmur Jaya, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam tempat Marwan dan Ibu nya berdomisili.

Sejak berobat di sana lah penyakit Marwan diketahui yaitu penyakit lupus hasil diagnosa dokter Rumah Sakit Umum Adam Malik. Namun, upaya perobatan kandas karena biaya hidup selama mendampingi Marwan sudah tidak ada lagi. Ani terpaksa membawa putra keduanya itu kembali pulang kampong dan hanya pasrah karena keterbatasan biaya ” kami tidak ada biaya lagi sehingga kami meminta pulang. Dan sejak tahun 2010 lalu sampai sekarang belum pernah berobat ke Medan ” ungkap Ani saat tim Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Subulussalam mengunjungi mereka, Jumat (3/9/2021).

Masih cerita Ani, hampir setiap malam anaknya selalu menangis menahan rasa sakit. Bahkan, Ani mengaku ikut menangis karena tidak sanggup melihat putra nya itu menahan rasa sakit ” kadang saya ikut menangis karena tidak sanggup melihat Marwan kesakitan. Dalam hati saya, biar lah penyakit Marwan pindah kepada saya asal anak saya sehat ” keluh Ani.

Penderitaan Marwan kata Ani, sering mengalami bercak/ruam kemerahan terutama di bagian pipi pasca-terkena sinar matahari. Umumnya, ruam ini berlangsung selama beberapa hari dan dapat muncul berulang. Ruam dapat juga ditemukan di area tubuh lain yang terpapar sinar matahari. Bahkan saat ini daun telinga anaknya semakin melebar ke bawah karena tidak mendapat perobatan ” kemana lagi saya minta bantuan pak. Kami orang miskin enggak punya apa-apa ” tangis Janda anak empat itu.

Apalagi sejak suaminya meninggal pada tahun 2011 lalu sehingga beban keluarga ditanggung olehnya. Saat ditanyai apa pekerjaannya, Ani mengaku tidak menetap bekerja kadang membersihkan kebun kelapa sawit milik warga kadang menganggur.

Menyahuti keluhan Ani, Ketua YARA Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako langsung menyampaikan agar Marwan secepatnya di bawa ke Rumah Sakit Umum Zainan Abidin Banda Aceh. Menurut Edi, pihaknya akan melakukan penggalangan dana kepada warga untuk kepentingan biaya hidup selama pendampingan di Banda Aceh nantinya. Edi pun mengajak kepada Darmawan untuk sama-sama memberikan donasi demi kesembuhan Marwan dari penyakitnya.

” Insya Allah, kami dari YARA akan terus berupaya supaya Marwan bisa berangkat ke Banda Aceh untuk berobat. Mengenai biaya, nanti akan kami lakukan penggalangan ” ungkap Edi (lim)