Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor, Kominfo Lempar Bola ke Kemenkes

Presiden RI Joko Widodo (Dok. Setpres)

HARIANRAKYATACEH.COM Belum rampung masalah data eHAC diduga bocor, kini beredar informasi mengenai bocornya sertifikat vaksinasi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sertifikat vaksin Jokowi beredar luas di media sosial (medsos).

Lampiran sertifikat vaksinasi yang diduga milik Presiden Jokowi ini diketahui diunggah oleh akun Twitter @huftbosan. Dalam unggahan itu, informasi pribadi termasuk NIK (Nomor Induk Kependudukan) orang nomor satu tersebut terlihat dengan jelas.

Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, menyatakan bahwa penyelesaian polemik ini sebaiknya menunggu keterangan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

enurutnya, Kemenkes merupakan wali data informasi tersebut, sebelum akhirnya dimigrasi ke Kemenkominfo.

“Integrasi eHAC ke aplikasi PeduliLindungi (PL) dan migrasi aplikasi PL, PCare, dan Silacak ke data center Kemenkominfo baru saja dilakukan, dan saat ini data PeduliLindungi di Data Center Kominfo. Terkait pertanyaan di atas ada baiknya menunggu rilis resmi dari Kemenkes sebagai wali data Covid-19,” tutur Johnny melalui pesan singkatnya.

Terpisah, Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha dalam pernyataannya menyampaikan, sumber kebocoran data Jokowi mungkin memang tidak berasal dari bocornya data aplikasi PeduliLindungi dan eHAC. Menurutnya, data Presiden bisa dilihat dari mana saja, termasuk dari KPU daerah ataupun pusat.

“Misalkan kita ambil tentang presiden beberapa kali mengikuti kontestasi Pilkada maupun Pemilu dari 2005, itu artinya data presiden sudah ada di KPU daerah maupun juga di pusat,” ucap Pratama.

Dia justru tidak heran kalau data Presiden bisa sampai bocor. Hal ini terkait dalam proses administrasi sebelumy ada berkas fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang orang pegawai daerah sudah tahu.

Lalu saat kita mengetik KTP Joko Widodo di pencarian Google, sudah muncul banyak arsipnya di internet.

“Bukan hal yang mengejutkan publik bisa mendapatkan data nomor KTP Jokowi,” sambungnya.

Saat dijajal dengan masukkan NIK yang tertulis di sertifikat vaksinasi Jokowi tersebut di aplikasi PeduliLindungi muncul sebuah notifikasi bertuliskan “Maaf tidak bisa melihat NIK ini.”

Informasi, sertifikat yang diduga milik Jokowi ini berisikan informasi tentang vaksinasi dosis kedua yang dilakukan pada 27 Januari 2021. Selain NIK, tampak juga tanggal lahir Presiden Jokowi di sertifikat vaksinasi tersebut.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Rian Alfianto