Senin Depan, Lhokseumawe Kembali Aktifkan PBM Tatap Muka

HARIANRAKYATACEH.COM – Proses Belaja Mengajar (PBM) tatap muka secara shift bagi siswa sekolah di Kota Lhokseumawe, akan kembali diaktifkan pada Senin (6/9) mendatang. Namun, para siswa dan guru harus tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan lainnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Ibrahim A.Rahmad dikonfirmasi Rakyat Aceh, Jum’at (3/9) membenarkan pihaknya akan mengaktifkan kembali PBM tatap muka secara shift bagi siswa sekolah.

“Sesuai arahan dan petunjuk pimpinan, Pak wakil walikota, Sekda dan Ketua DPRK disepakati sesuai situasi dan kondisi untuk kembali aktif sekolah dengan catatan mengikuti Prokes Covid-19 secara ketat,”ucap Ibrahim.

Disebutkan, mulai Senin depan kembali melakukan PBM terbatas atau secara shift siswa sekolah dengan mengikuti Prokes Covid-19 yang ketat. “Mudah-mudahan kasus Covid-19 di Lhokseumawe cepat berlalu, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara aman,”harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, akhirnya mengeluarkan seruan kepada sekolah-sekolah dijajaran dinas setempat untuk kembali belajar secara daring mulai 30 Agustus hingga 4 September 2021. Hal itu sehubungan dengan akan diberlakukan PPKM level 4 dan penyekatan di Lhokseumawe mulai Senin 30 Agustus 2021, dengan status Lhokseumawe zona merah pandemi Covid-19.

Proses Belajar Mengajar (PBM) dilaksanakan secara daring itu baru didapatkan kabar oleh para kepala sekolah,guru dan wali murid usai shalat Magrib pada Ahad (29/8) malam melalui grup WhatsApp. Kepada seluruh kepala sekolah segera menyampaikannya kepada wali siswa dan menyiapkan pembelajaran secara daring.

Namun, pada siang hari hingga sore hari pukul 17.00 WIB Ahad kemarin, belum ada keputusan terkait proses belajar mengajar di sekolah ketika diberlakukan penyekatan oleh tim Satgas Covid-19 Lhokseumawe pada Senin (30/8). Hal itu disebabkan belum ada instruksi Walikota Lhokseumawe menyangkut proses belajar mengajar.

Akhirnya, setelah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Drs Ibrahim A. Rahman, M.Pd, jelang magrib menjumpai Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya diputuskan untuk proses belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring. Keputusan itu diambil untuk menindaklanjuti hasil rapat koordinasi Tim Satgas Covid-19 Lhokseumawe pada Sabtu (27/8) di Kantor Walikota Lhokseumawe. (arm/ra)