Tak Ada Paksaan Vaksin Bagi Siswa di Lhokseumawe 

HARIANRAKYATACEH.COM – Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kota Lhokseumawe, tidak memaksakan siswa SMA/SMK untuk wajib divaksinasi Covid-19. Akan tetapi, tetap diberikan sosialisasi tentang betapa pentingnya vaksinasi untuk siswa sekolah sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kota Lhokseumawe, Anwar, M.Pd, dikonfirmasi awak media disela-sela vaksinasi siswa SMKN 1 Lhokseumawe pada Kamis (2/9).

Ia mengatakan, pihaknya hanya selalu mengimbau dan tidak memaksakan siswa untuk wajib divaksinasi. Kemudian, tidak ada sanksi bagi siswa yang tidak mau divaksin. “Kepala sekolah dan guru juga harus selalu mengsosialisasikan kepada siswa dan orang tua betapa pentingnya vaksinasi sebagai upaya pencegahan virus Covid-19,”katanya.

Selain itu, Anwar juga mengimbau kepada siswa agar selalu mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, seperti memakai masker saat keluar rumah atau dilingkungan sekolah, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

” Saat ini siswa yang sudah divaksin yakni SMAN 1 Lhokseumawe, SMKN 3 Lhokseumawe dan SMK N 1 Lhokseumawe yang baru saja berlangsung,”ucapnya.

Sementara vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di SMK Negeri 1 Lhokseumawe, pada Kamis kemarin ikut dipantau oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dan Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto mengatakan, vaksinasi ini sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan vaksinasi herd immunity masyarakat khususnya pelajar. “Kegiatan vaksinasi ini melibatkan tenaga kesehatan instansi terkait khususnya petugas dari Dinas kesehatan Lhokseumawe sebagai vaksinator”ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto menyebutkan, walaupun siswa sudah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena senjata utama untuk menangkal paparan Covid-19 adalah melakukan 5M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas keluar rumah.

“Jangan takut untuk divaksin, kita jamin vaksin ini sudah diuji secara klinis, kerena vaksin yang disuntikan ini sudah aman dan halal yang sudah dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),”pinta Dandim 0103/ Aceh Utara ini. (arm/icm)