Komisi 1 DPR Aceh, Pansus Multiyears di Simeulue

Bupati Erli Hasyim dampingi Anggota Pansus Komisi‎ 1 DPR Aceh, Minggu (5/9). harianrakyataceh.com

HARIANRAKYATACEH.COM – Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, menggelar pansus terhadap  ‎kegiatan proyek Multiyears  di sejumlah titik lokasi yang ada di pulau Simeulue, Minggu (5/9).

Adapun tim pansus DPRA tersebut yakni, Fuadri, S,Si. M.Si. TR Keumangan SH. MH dan Edi Kamal, AMd Kep, meninjau kegiatan Multiyears, pembangunan ruas jalan yang mengubungkan Kecamatan Simeulue Timur hingga Kecamatan Simeulue Barat, senilai Rp 76 Miliar.‎

Pansus Komisi 1 DPR Aceh itu direncanakan selama dua hari, Minggu-Senin (5-6/9). ‎”Hari ini kita mendampingi anggota DPRA komisi 1, yang turun kelokasi kegiatan proyek Multiyears”, kata Bupati Erli Hasyim.

‎Ketiga wakil rakyat DPR Aceh juga meninjau progres realisai pelaksanaan pembangunan irigasi Sigulai, Kecamatan Simeulue Barat, yang juga merupakan proyek Multiyears yang bersumber dari dana APBA Aceh.

Bupati Simeulue Erli Hasim mengharapkan proyek Multiyears di Simeulue seperti jalan dan irigasi merupakan perhatian dari Pemerintah Aceh untuk memajukan Simeulue seperti daerah lainnya yang ada di Aceh.

“Dengan adanya irigasi ini nantinya dapat menyuplai kebutuhan air areal persawahan milik petani kita. Dan dengan kehadiran dan berfungsinya irigasi ini, nantinya dapat mengaliri areal persawahan beberapa desa yang ada di Kecamatan Simeulue Barat “, imbuh Erli Hasyim.

‎Fuadri, Anggota Komisi 1 DPRA,  mengatakan pihaknya yang turun langsung melakukan pansus dan peninjauan untuk memastikan bahwa pengerjaan proyek Multiyears di Simeulue berjalan dengan lancar.

“Kita meninjau progres dan realisasi kegiatan proyek yang bersumber dari APBA dengan lokasi di Kabupaten Simeulue. Dan kita berharap agar rekanan bisa tepat waktu menyelesaikan kegiatan ini, sehingga masyarakat Simeulue dapat memamfaatkannya”, kata Fuadri.‎

Sebelumnya pada Juli 2020 lalu, program kegiatan Multiyears di pulau Simeulue sempat diwacanakan oleh DPR Aceh untuk dihapus, namun mendapat reaksi dan protes perlawan dari pemerintah dan masyarakat, sehingga wacana itu batal dan Multiyears kembali di glontorkan. (ahi).