Masih Teka Teki, Hasil Penyelidikan Insiden Kapal Feri  KMP Teluk Singkil 

Kapal Feri KMP Teluk Singkil (depan) yang dikawal kapal feri KMP Aceh Hebat 1 (belakang), saat menuju pelabuhan penyeberangan Sinabang, Minggu, 15 Agustus 2021 lalu.  Ahmadi - harianrakyataceh.com.

HARIANRAKYATACEH.COM  – Masih teka teki dan nihil serta belum diketahui hasil penyelidikan dan pemeriksaan penyebab insiden yang membahayakan keselamatan penumpang dan kapal feri KM Teluk Singkil, yang sedang berlayar dari pulau Sumatera menuju pulau Simeulue, Minggu 15 Agustus 2021 lalu.‎

Masih nihil dan belum diketahui hasil pemeriksaan dan penyilidikan oleh tim gabungan inspeksi kesela‎matan dari Direktorat TSDP Dirjen Perhubungan Darat RI dan Marine Inspector dari BPTD Wilayah I Provinsi Aceh serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI sejak 24 Agustus 2021 lalu.

Terkait belum ada tanda-tanda informasi resmi dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan tim gabungan tersebut, dijelaskan Mulyawan Rohas, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, yang dikonfirmasi harianrakyataceh.com, Selasa (7/9)‎.

“Hingga hari ini, sudah sekitar 15 hari, kita belum menerima hasil pemeriksaan dan penyelidikan penyebab yang membahayakan penumpang dan  kapal feri KMP Teluk Singkil, pada tanggal 15 Agustus 2021 lalu. Padahal ‎tim gabungan inspeksi kesela‎matan dari Direktorat TSDP Dirjen Perhubungan Darat RI dan Marine Inspector dari BPTD Wilayah I Provinsi Aceh serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), tiba dan bekerja sejak 24 Agustus 2021 lalu”, katanya.

Masih menurut Mulyawan Rohas, dalam pemeriksaan dan penyelidikan tim inspeksi gabungan terebut diperparah lagi dengan tidak melibatkan unsur dari pihak Pemerintah Kabupaten Simeulue, sehingga hasilnya mengundang teka teki‎ dikalangan masyarakat dan mantan penumpang kapal feri KMP Teluk Singkil.

“Banyak pertanyaan dari masyarakat yang ingin tau hasil pemeriksaan dan penyelidikan itu, saya tidak dapat menjawab, sebab saya belum mendapat informasinya. Apalagi tidak melibatkan Pemerintah Kabupaten Simeulue saat tim inspeksi gabungan itu bekerja, dan hasilnya juga mereka bawa ke pusat”, imbuhnya.

Belum diketahui hasil pemeriksaan dan penyelidikan serta tidak melibatkan  ‎pihak Pemerintah Kabupaten Simeulue itu, juga mendapat reaksi dari Wakil Rakyat. “sebaiknya harus secepatnya diberitahukan hasil penyelidikan mereka itu ke publik. Dan sangat disayangkan tidak melibatkan Pemerintah Kabupaten Simeulue, supaya lebih transparan”, kata Irwan Suharmi, Ketua DPRK Simeulue, kepada harianrakyataceh.com, Selasa (7/9).

Masih teka teki penyebab yang membahayakan penumpang dan kapal feri KMP Teluk Singkil ‎yang sedang berlayar tersebut, dan hingga saat ini hasil pemeriksaan dan penyelidikan tim gabungan inspeksi kesela‎matan dari Direktorat TSDP Dirjen Perhubungan Darat RI dan Marine Inspector dari BPTD Wilayah I Provinsi Aceh serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI‎), juga disorot warga Simeulue.

“Wajar kita bertanya-tanya, kenapa hasilnya belum diketahui dan aneh juga tidak melibatkan pihak Pemerintah Kabupaten Simeulue atau lembaga resmi lainnya yang ada di daearh kita ini, ini terkesan seperti tidak transparan dan buktinya hasil dari kerja mereka berlarut-larut, ini persoalan yang harus diperjelasan kepada publik untuk menghilangkan trauma”, kata Sandri Amin SH, warga Kabupaten Simeulue, kepada harianrakyataceh.com, Selasa (7/9).

‎Sebelumnya tim gabungan inspeksi kesela‎matan dari direktorat TSDP Dirjen Perhubungan Darat RI, marine inspector dari BPTD Wilayah I Provinsi Aceh dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), hari ini Selasa (24/8), tiba di pulau Simeulue, untuk periksa kapal feri KMP Teluk Singkil.

Diketahui insiden membahayakan penumpang dan Kapal Feri KMP Teluk Singkil yang berlayar miring, dan akhirnya sandar dengan selamat di pelabuhan penyeberangan Sinabang, Kuta Batu, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, pagi Minggu (15/8) lalu.

Kapal feri KMP Teluk Singkil, yang mengangkut kurang dari 200 penumpang dan muatan lainnya  kenderaan roda enam, roda empat dan roda dua itu, mengalami kemiringan serius sekitar pukul 05:10 WIB atau sekitar 6 mil laut dari pulau Simeulue. ‎

“Kami diberitahukan lewat pengeras suara, seluruh penumpang diminta tenang dan bergeser kesebelah kiri kapal dan memakai life jaket‎”, kata Muhsin (45) salah seorang penumpang kapal feri KMP Teluk Singkil yang berlayar dari Labuhan Haji, Aceh Selatan, Minggu (15 /8) lalu kepada harianrakyataceh.com. ‎

Masih menurut Muhsin, meskipun suasana panik pada saat kejadian sempat memberitahukan menghubungi keluarganya yang berada di daratan pulau Simeulue, serta dia juga menyebutkan sempat timbul tanda tanya disebabkan kapal feri itu mulai berlayar dari Labuhan Haji menuju Simeulue, lebih cepat dari biasanya.

“Kami berangkat dari Labuhan Haji saat sedang shalat Magrib. Padahal biasanya jadwal berangkat kapal dari Labuhan Haji itu pada jam 22:00 WIB dan dalam perjalananpun pelan kali gerakan laju kapal ferinya. Kalau penumpang banyak dan kalau saya pribadi merasakan sedikit oleng kapal itu sekitar pukul 04:00 WIB”, imbuhnya.

Kapal feri KMP Teluk Singkil yang berlayar miring sekitar 6 derajad hingga 8 derajad ‎yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan kapal feri itu juga dibenarkan, Aulia Tinambunan PLH Supervisor ASDP yang bertugas di pulau Simeulue.

‎”Alhamdulillah, penumpang dan kapal feri selamat. KMP Teluk Singkil yang berlayar dengan kondisi miring sekitar 6 atau 8 derajad, sejauh 6 mil laut dari pulau Simeulue dan ada buang kelaut sebahagian barang muatan serta saat kejadian langsung kita kerahkan KMP Aceh Hebat 1 serta dibantu KAL dari Lanal”, katanya kepada harianrakyataceh.com, Minggu (15/8) lalu.

‎Masih menurut Aulia Tinambunan, kapal feri KMP Teluk Singkil yang mengangkut kurang dari 200 penumpang dari kapasitas 300 penumpang, juga mengangkut kenderaan roda enam sebanyak 5 unit, kenderaan roda empat pribadi, ruda dua, dan sempat juga membuat muatan barang lainnya untuk stabilkan kondisi kapal feri.

‎Seluruh penumpang dinyatakan selamat dan tidak ada yang luka-luka, meskipun sebelumnya terjadi kepanikan serius detik-detik saat diperintahkan oleh kapten kapal feri untuk gunakan life jaket dan mengetahui KMP Teluk Singkil dengan kondisi miring.

“Saat kejadian ada penumpang perempuan berusia sekitar 30 tahun yang sesak nafas, kini sudah sehat setelah dibawa ke RSUD Simeulue. Saat ini KMP Teluk Singkil sedang dalam perbaikan di pulau Simeulue oleh tim tekhnis, dan nantinya akan kembali beroperasi‎ setelah mendapat ijin dari pimpinan kita”, imbuh Aulia. (ahi).