Sulit Kapal Sandar, Bangun Tanggul Pelabuhan Penyeberangan Kuala Bubon Butuh Dana Setengah Triliun Rupiah

Junaidi ST. MT, Kadishub Aceh.

HARIANRAKYATACEH.COM – Pelabuhan penyebarangan Kuala Bubon, Kabupaten Aceh Barat, ‎diketahui sulit sandar berbagai jenis kapal laut, termasuk kapal feri, ketika sedang berlangsung cuaca tidak bersahabat.

Untuk menyamankan dan tidak membahayakan keselamatan penumpang dan kapal laut yang sandar di pelabuhan penyeberangan Kuala Bubon tersebut, pihak Dinas Perhubungan Aceh, telah melakukan evaluasi dan kajian, sehingga haru kembali dibangun tanggul penahan gelombang.

Untuk pembangunan tanggul anti gelombang tersebut, membutuhkan anggaran sekitar setengah triliun rupiah, hal itu dijelaskan Junaidi ST. MT, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, yang ditemui harianrakyataceh.com, di Sinabang, Kabupaten Simeulue, Minggu (12/9).

“Hasil kajian dan evaluasi Dishub Aceh, pelabuhan Kuala Bubon itu untuk pembangunan tanggul dan membutuhkan dana ‎sekitar setengah triliun rupiah. Sebab bila tidak diantisipasi pelabuhan itu, membahayakan keselamatan penumpang dan kapal”, kata Junaidi, di dampingi Mulyawan Rohas, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue.

Kadishub Aceh menambahkan pelabuhan Kuala Bubon itu untuk saat ini memang memang layak dan bisa sandar kapal laut, namun harus mencermati dan waspadai kondisi cuaca diwilayah setempat, sehingga perlu kecermatan ekstra hati-hati saat sandar dan hendak berlayar, supaya terjamin keselamatan penumpang dan  ‎kapal laut.

“Pelabuhan Kuala Bubon saat ini bisa dan layak di sandari kapal‎, tapi itu tergantung dari faktor cuaca di diwilayah itu. Jadi harus ekstra cermat dan hati-hati, sebab bila cuaca sedang tidak bersahabat, jangankan kapal hendak berlabuh, sandar saja berbahaya”, imbuhnya. (ahi).