Ayah Rudapaksa Anak Tiri di Aceh Tamiang Diancam 16 Tahun Penjara

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali didampingi Kasat Reskrim Iptu Fauzan Zikra saat gelar konferensi pers kasus rudapaksa anak dibawah umur, Selasa (14/9). DEDE/RAKYATACEH.COM

HARIANRAKYATACEH.COM – Tak tahan ditinggal istri merantau ke negeri jiran Malaysia, seorang ayah tega merudapaksa anak tirinya yang masih dibawah umur. Akibat perbuatan biadab itu pelaku harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

 

“Pelaku kasus tindak pidana pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap anak berinisial An alias Keweng (47) merupakan ayah tiri korban,” kata Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali saat temu pers di Mapolres setempat, Selasa (14/9) sore.

 

Dikatakan Imam Asfali, kasus pencabulan kehormatan wanita ini terjadi di Kampung Gerenggam, Kecamatan Kejuruan Muda pada akhir 2020 lalu dan terus berulang hingga Juni 2021. Sementara tersangka dilaporkan ke Polres Aceh Tamiang pada 18 Agustus 2021.

 

“Korban anak masih SD. Kasus ini banyak menyita perhatian baik tingkat provinsi dan nasional, karena korbannya anak masih dibawah umur,” imbuh AKBP Imam Asfali didampingi Kasat Reskrim Iptu Fauzan Zikra dan jajarannya.

 

Kasat Reskrim Iptu Fauzan Zikra menambahkan, korban Bunga (10) dan tersangka An alias Keweng tinggal satu rumah setelah ditinggal merantau ke Malaysia oleh ibu kandungnya. Nafsu bejat sang ayah tiri ini timbul hingga berani melakukan pelecehan dan pemerkosaan terhadap anak usia 10 tahun tersebut.

 

“Pemerkosaan dilakukan berulangkali sejak akhir 2020 dan awal 2021 dalam kamar saat korban sedang tertidur sekitar pukul 22.00 WIB. Pelaku menurunkan celana korban sampai lutut baru kemudian menimpa tubuh korban,” jelas Kasat Reskrim.

 

Dari hasil pemeriksaan polisi aksi bejat tersangka tidak berhenti sampai disitu. Beberapa hari kemudian di siang bolong pelaku melakukan hal serupa (pemerkosaan) di kamar mandi saat korban tengah menyuci pakaian pukul 09.00 WIB.

 

Sangking seringnya menggarap anak tiri tersangka Keweng sampai lupa hari dan tanggal rudapaksa itu terjadi. Beberapa bulan kemudian, lanjut Kasat Reskrim tersangka melakukan pemerkosaan kembali, saat itu korban sedang menonton TV pukul 22.00 WIB. Setelah menyetubuhi korban tersangka kerap mengeluarkan sperma-nya di kamar mandi.

 

“Tersangka An dipersangkakan pasal 47 Jo psal 50 Qanun Aceh Nomor: 06 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dengan ancaman hukuman maksimal 7-16 tahun penjara,” pungkas Iptu FauzanZ Zikra (mag-86)