Jembatan Blang Poroh ‘Makan’ Korban 

HARIANRAKYATACEH.COM- Jembatan Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, yang sudah lama mengalami rusak parah, kini mulai memakan korban.

Kerusakan itu persis terjadi di tengah jembatan yang berlubang, sehingga kenderaan roda empat dan roda tiga harus berhati-hati untuk melewatinya.

Menurut informasi masyarakat setempat, selama kerusakan jembatan penghubung antar Gampong Blang Poroh ke Gampong Uteunkot menuju ke pusat ibukota Kecamatan Muara Dua di Keude Cunda, ada sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang terperosok kedalam lubang jembatan tersebut. Untung saja tidak korban jiwa, dalam kejadian kecelakaan di jembatan penghubung sebagai jalur transportasi utama masyarakat.

” Tadi pagi, satu unit dump truk pengangkut material yang melintas di jembatan penghubung itu terperosok ban belakang kedalam lubang jembatan, sehingga kemacetan panjang terjadi selama 1 jam lebih. Kemudian dump truk ditarik dan jalur transportasi kembali lancar,”ucap Geuchik Blang Poroh Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, Abdullah Z, kepada Rakyat Aceh kemarin.

Ia mengatakan, yang menjadi persoalan saat ini adalah untuk kendaraan roda empat dan roda tiga tidak bisa melintas lagi di jembatan penghubung tersebut. Namun, harus mencari jalan alternatif untuk bisa keluar masuk ke gampong Blang Poroh. ” Jika dipaksakan lewat jembatan berlubang itu maka ban kendaraan roda empat akan terperosok ke dalam lubang jembatan,”katanya.

Sebut Abdullah, jembatan penghubung tersebut selama ini menjadi jalur transportasi utama masyarakat. Baik masyarakat asal Gampong Blang Poroh, Lhok Mon Puteh Kecamatan Muara Dua dan Gampong Jeulikat Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe.

Untuk itu, ia meminta kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe dapat membantu penanganan secara darurat supaya kenderaan roda empat bisa kembali melintas saat tiba di jembatan tersebut.

Sementara itu, saat ini Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas PUPR sedang melakukan pembangunan Jalan Cot Sabong-Jeulikat, anggaran tahun 2021. Perbaikan jalan tersebut dimulai dari Gampong Uteunkot, Blang Poroh,Lhok Mon Puteh dan

Gampong Jeulikat. ” Perbaikan jalan itu telah menimbulkan debu yang berterbangan dijalan saat dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat akibat jarang disirami air oleh pihak pelaksana proyek,”ucap beberapa warga Blang Poroh yang enggan namanya dipublikasikan kepada Rakyat Aceh.

Disebutkan, warga terpaksa menyiram sendiri jalan berdebu di depan rumah masing-masing, karena pihak kontraktor terkesan membiarkan jalan berdebu tanpa memperhatikan dampak lingkungan dalam pelaksanaan proyek dimaksud. (arm/icm)