Polisi Penganiaya Jurnalis Tempo Didakwa Empat Pasal

Pengacara Minta Langsung Pembuktian

PEMBUKTIAN: Purwanto (kiri) dan Firman menjalani sidang perdana di PN Surabaya. (Lugas Wicaksono/Jawa Pos)

HARIANRAKYATACEH.COM – Purwanto dan Muhammad Firman Subkhi menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya Rabu (22/9). Mereka didakwa menghalang-halangi jurnalis Tempo Nurhadi mencari informasi untuk pemberitaan. Dua anggota Polda Jatim itu juga didakwa secara bersama-sama menganiaya Nurhadi saat dia akan mewawancarai tersangka korupsi Angin Prayitno Aji.

Jaksa penuntut umum Winarko dalam dakwaannya menyatakan, penganiayaan tersebut dilakukan kedua terdakwa bersama sekitar 10 orang lain pada Sabtu (27/3). Ketika itu Nurhadi bersama temannya, M. Fachmi, datang ke Graha Samudera Bumimoro (GSB). Dia ditugasi redakturnya, Linda Trianita, untuk mewawancarai Angin yang ketika itu ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap oleh KPK.

Nurhadi bersama Fachmi mencoba masuk ke dalam gedung tempat berlangsungnya resepsi pernikahan anak Angin. Namun, mereka ditolak karena tidak memiliki undangan. Keduanya lantas masuk ke gedung melalui pintu selatan yang terbuka dan tidak dijaga. Sesampai di dalam gedung, Nurhadi memotret pelaminan dengan menggunakan kamera handphone.

Setelah itu, Nurhadi merasa dibuntuti dua orang. Dia melapor ke Linda dan diminta untuk mencari tempat aman. Dua orang tidak dikenal itu menghampirinya. Nurhadi menjawab jujur bahwa dirinya jurnalis Tempo yang berniat mewawancarai Angin secara doorstop.

HP Nurhadi disita. Seorang dari mereka membawa paksa Nurhadi ke luar dengan memiting lehernya dan berjalan mundur. ”Dan memukul muka Nurhadi dengan tangan, tetapi ditangkis,” ujar jaksa Winarko saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (22/9).

Sesampai di luar, Nurhadi diamankan di pos keamanan tidak jauh dari gedung dan akan dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Namun, saat akan menuju polres, mobil yang dikendarai putar balik ke GSB. Purwanto yang ketika itu mengaku sebagai Sholehudin, panitia resepsi pernikahan, mengajak Nurhadi ke belakang gedung.

”Ketika saksi Nurhadi baru turun dari mobil langsung dikeroyok, dipukul mukanya, ditendang kakinya, dijambak rambutnya, dan menjadi bulan-bulanan oleh 10–15 orang berpakaian jas yang dua di antaranya dikenal sebagai terdakwa Purwanto dan Muhammad Firman Subkhi,” tuturnya.

Purwanto dan Firman didakwa dengan pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers jo pasal 55 ayat 1 KUHP. Dakwaan kedua pasal 170 ayat 1 KUHP, dakwaan ketiga pasal 351 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP, dan dakwaan keempat pasal 335 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Pengacara kedua terdakwa, Joko Cahyono, menyatakan tidak mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan jaksa. Dia mempersilakan sidang dilanjutkan pada pokok perkara. ”Kami langsung ke materi saja, tidak usah eksepsi. Langsung dibuktikan saja di persidangan,” kata Joko.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c19/eko