Polisi Inspiratif, Bripka Kahar Sumbang Seluruh Gaji Untuk Bangun Dayah

Bripka Kahar Muzakar mendampingi Abon Cot Tarom dan Tgk Jamaluddin Idris, saat peletakkan batu pertama pembangunan Dayah Baitunnur di Desa Cot Kuta, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Minggu kemarin. AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Tak semua polisi dapat menginspirasi banyak orang. Buktinya, banyak oknum kepolisian yang kerjanya menguras rakyat. Namun, berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh seorang polisi yang bertugas di Bireuen.

Polisi berakhlak mulia ini, setiap bulan rela menyumbang seluruh gaji untuk membangun Dayah peninggalan orang tuanya. Dia adalah Bripka Kahar Muzakar, anggota Sat Lantas Polres Bireuen yang bertugas di Kantor Pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) daerah setempat.

Dari hasil gajinya itu, Kahar berinisiatif melanjutkan perbuatan mulia almarhum ayahnya Tgk H Ismail Syeh, berupa menjaga peninggalan Dayah Baitunnur di Desa Cot Kuta, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen.

Saat disambangi Rakyat Aceh di kediamannya Minggu (26/9), Bripka Kahar mengatakan, sejak meninggal ibunya Hj Maryana Nurdin beberapa minggu lalu, ia berniat akan menyumbangkan seluruh gajinya untuk pembangunan Dayah.

Kahar mengaku, semasa Dayah masih di Pimpin oleh orang tuanya, ia selalu menyisihkan sebagian gaji untuk membantu membangun dan menjaga Dayah yang sudah lama didirikan tersebut. Namun setelah keduanya tiada, tanggungan penuh menjadi pesan terakhir kepada Polisi muda ini, untuk melanjutkan perjuangan membangun tempat pengajian itu.

“Semasa hidup, orang tua berharap kepada saya untuk melanjutkan perjuangan menjaga dan membina para santri, karena dayah tersebut sudah pernah melahirkan kader-kader hebat dimasa kepemimpinan almarhum Tgk H Ismail Syech,” ujarnya.

Ia mengaku, almarhum ayah berpesan, semoga pembangunan Dayah Baitunnur terus berlanjut ditangan Polisi muda ini dan Ibunya juga mewakafkan sedikit tanah untuk dijual supaya dapat dijadikan modal.

“Ibu meninggal dunia pada 14 September 2021 kemarin. Dihari keenam setelah almarhumah tiada, saya mendampingi Abon Cot Tarom dan Tgk Jamaluddin Idris, untuk peletakan batu pertama pembangunan Dayah. Dukungan juga diberikan oleh Abu Mudi Mesra Samalanga, sehingga benar-benar yakin untuk melanjutkan perbuatan baik ini,” katanya dengan nada sedih.

Dari nasehat para Ulama karismatik ini, mulai bulan Agustus kemarin hingga seterusnya, akan menyumbang seluruh gaji untuk membangun kembali dan melanjutkan perjuangan almarhum memimpin Dayah tersebut.

“Sekarang Dayah Baitunnur sudah saya Pimpin sendiri atas permintaan orang tua semasa hidup. Saya bertanggung jawab sepenuhnya membangun dan menjaganya, supaya dapat melahirkan kembali kader-kader hebat dimasa mendatang,” pungkas Bripka Kahar.

Atas nama Pimpinan, ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, supaya terbuka hati untuk dapat meninjau langsung dan membantu pembangunan Dayah tersebut.

“Pembangunan Dayah Baitunnur, masih sangat banyak kekurangan dan membutuhkan banyak bantuan dari pihak manapun demi berdiri kokoh bangunan Dayah dengan tujuan dapat menciptakan kader-kader yang berakhlakul qarimah dimasa akan datang,” harapnya. (akh)