Kapolres Pidie: Pelaku Bertindak Sendiri Dikenakan Pasal 365

Kapolres Pidie memberi keterangan resmi kasus pencurian kekerasan..Rakyat Aceh/Dhian Anna asmara

SIGLI (RA) – Kapolres Pidie, AKBP Fadli, SH, SIK,. Senin (27/9) mengatakan, pencurian dengan cara kekerasan terhadap korban dilakukan oleh tersangka tanpa terlibat pihak lain, yakni Ramadhana.

Sebelumnya, memang pelaku yang memberi keterangan kepada polisi bahwa dia dan temannya Ramadhana terlibat melakukan pencurian berencana atas korban Zubir, warga Gampong Mane, Kecamatan Mane.

Pelaku BT, papar Kapolres sempat meminjam sepeda motor korban yang sedang memangkas rambut. Selanjutnya, korban seusai pangkas rambut kembali ke rumah korban menjelang sore hari.

Kepada orang tua korban, pelaku sempat menanyakan korban. Dalam hal, orang tua korban menjawab jika anaknya sedang mandi sore seusai rambut.

Menjawab jawaban orang tua korban, papar Kapolres, pelaku sempat melihat sebuah parang (pisau besar) terletak di samping rumah.

Seterusnya, pelaku mengambil parang tersebut dan menyelipkan dibaju jaket yang dipakainya pada saat itu. Selepas korban mandi, pelaku pun mengajak korban untuk mengantarnya ke lokasi air terjun di kawasan Krueng Meriam, Kecamatan Tangse.
Dilokasi ini, atau sekitar Jam 19.30 WIB, korban yang dibonceng pelaku saat honda jenis Yamaha Vixion dihentikan pelaku BT langsung membacok muka korban dengan senjata parang ke muka korban.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Kapolres menyebutkan, perbuatan pelaku melanggar Pasal 365 Ayat (2) Ke-1 dan Ke 4 KUHPidana, atau diancam pidana penjara selama sembilan tahun.

Pada konferensi pers tersebut, pelaku pembacokan turut dihadirkan. Sedangkan kepada belasan awak media, Kapolres menambahkan, kejahatan dilakukan B bin T adalah murni tidak melibatkan orang lain. (ana/rus)