Baitul Mal: Warga Berstatus “terlantar” Capai 50 Orang di Simeulue 

Bupati Erli Hasyim di dampingi Raswiadi Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue, saat menyerahkan bantuan kepada warga berstatus "terlantar", Selasa (12/10). Ahmadi - harianrakyataceh.com  

HARIANRAKYATACEH.COM – Warga berstatus “terlantar” di Kabupaten Simeulue, diperkirakan mencapai 40 orang hingga 50 orang yang tersebar di 10 Kecamatan, dan membutuhkan perhatian dan kepeduian serius dari unsur berbagai kalangan.

 “mungkin ada sekitar 40 orang hingga 50 orang, warga kita yang berstatus terlantar. Saudara kita yang berstatus terlantar ini tersebar di 10 Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue”, kata Raswiadi Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue, kepada harianrakyataceh.com, Rabu (13/10).

Puluhan warga berstatus terlantar itu, sebut Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue, kini menumpang dirumah familinya atau saudaranya, serta untuk kebutuhan sarana dan prasarana dan pemenuhan hidupnya sehari-hari, hanya bergantung pada keluarga yang di tumpanginya, sehingga perlu adanya perhatian dan kepedulian dari semua pihak.

‎Kepedulian dan perhatian serius dari berbagai unsur kalangan, untuk warga berstatus terlantar itu, tidak hanya menjadi tanggungjawab bidang teknis dan Pemerintah Kabupaten Simeulue, juga lingkungan masyarakat tempat tinggal warga berstatus terlantar, yang rata-rata berusia lebih dari 40 tahun.

Dengan rata-rata berusia diatas 40 tahun warga berstatus terlantar itu dan produktifitasnya juga telah menurun, serta diperparah lagi menumpang dirumah saudaranya atau familinya yang berekonomi kurang mampu, sehingga tidak tercukupi sarana dan prasarana kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Saudara kita ini, juga ada yang menumpang ‎di rumah saudaranya atau familinya dengan ekonomi kurang mampu. Ini perlu adanya kepedulian dari kita semua, termasuk masyarakat. Serta kita berharap kepada masyarakat bila mengetahui ada warga terlantar lainnya, untuk dimohon segera laporkan kepada kita, supaya nantinya kita masukan dalam daftar data best”, tutup Raswiadi.

Raswiadi mengingatkan, untuk persoalan warga yang berstatus “terlantar” itu bukan aib , dan harus menjadi tanggungjawab, kepedulian, perhatian serius dari seluruh masyarakat Simeulue, sehingga nasibnya dapat lebih baik dan layak, serta tidak tersisih, tidak tersebunyi maupun tidak termarjinalkan

Warga berstatus “terlantar” itu, mencuat kepermukaan, sesaat setelah penyerahan paket bantuan, sesaat setelah pelaksanaan upacara detik-detik peringatan HUT ke 22 Tahun, Kabupaten Simeulue, ‎Selasa (12/10), yang digelar di alun-alun pendopo Bupati Simeulue. (ahi).