Kalahkan Jatim 2-1, Sepakbola Aceh Lolos ke Final

Tim sepakbola PON Aceh merayakan kemenangan atas Jawa Timur dan lolos ke final PON XX Papua 2021 di Stadion Barnabas Youwe, Papua, Selasa (12/10). FOR RAKYAT ACEH

Harianrakyataceh.com – Tim sepakbola PON Aceh memastikan diri ke grand final, setelah menundukkan Jawa Timur (Jatim) dengan skor 2-1. Dua gol kemenangan untuk Aceh, lahir dari kaki Akhirul Wadhan dan Muzakir pada menit ke 21′ serta 46′. Pertandingan semifinal tersebut berlangsung di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Selasa (12/10).

Mampu melaju ke partai puncak, bagi generasi PON Aceh 2021 adalah prestasi tersendiri. Alvin, Yasvani, Rezal Mursalin telah menyamai capaian pendahulunya. Tahun 1993, generasi Ngoh Lem, Tarmizi dan Dahlan Djalil juga masuk ke babak grand final. Kejadiannya identik, saat itu, Aceh juga mengalahkan Jatim di semifinal dengan skor 2-1.

Keberhasilan Aceh menembus ke partai puncak tidak terlepas dari kecerdikan Fakhri Husaini dalam meramu strategi. Sadar timnya kalah kedalaman skuat, dan Jatim lebih diunggulkan, ia menginstruksikan Muharrir, Khairunnas, Reza Rizki untuk bermain bertahan. Sembari memanfaatkan kesempatan melakukan serangan balik.

Taktik Fakhri dijalankan cukup baik oleh penggawa Aceh. Dengan semangat pantang menyerah, kegigihan serta kedisiplinan, membuat pertahanan Aceh sulit ditembus anak asuhan Rudy William Keltjes. Saat keasikan menyerang, sebuah serangan balik, dituntaskan dengan gol cantik lewat penyerang asal Aceh Timur, Akhirul Wadhan. Skor 1-0 bertahan hingga peluit turun minum, ditiupkan wasit berlisensi FIFA, Thoriqoh Alcatiri.

Di babak kedua, Jatim yang tertinggal berambisi bangkit. Namun rapatnya antar lini Aceh, membuat Dwiki dkk gagal menyamai kedudukan. Bahkan, Aceh mampu memperlebar keunggulan lewat sayap asal Aceh Utara, Muzakir. Gol tersebut tercipta, usai memanfaatkan bola muntahan dari Akhirul Wadhan.

Gol kedua untuk Aceh hanya bertahan 7 menit. Sebuah umpan dari kanan gawang Zul Azhar ke depan kotak pinalti, tanpa kontrol langsung disambar oleh Dwiki pada menit ke 52′. Sepakannya menyasar sisi kanan bawah gawang yang dijaga Chairil Zul Azhar. Gol tersebut membuat anak-anak Jatim bersemangat. Upaya mereka berbuah, 20 menit sebelum laga usai, wasit menghadiahkan pinalti untuk Jatim.

Beruntung, algojo dari Jatim gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Sepakannya melambung jauh. Fakhri Husaini mengganti sejumlah pemain. Perda Rahman, Fahrizal dkk dimasukkan. Hal ini untuk menyegarkan energi tim Aceh. Hingga peluit akhir ditiupkan, skor 2-1 tak berubah. Aceh menyegel satu tiket grand final. Keberhasilan ini, amat disyukuri Aceh.

“Saya sekali lagi memberikan apresiasi, rasa bangga, kepada seluruh pemain tim sepakbola PON Aceh. Mereka berjuang melebihi batas kemampuan yang mereka punya,” ucap Fakhri Husaini.

Pelatih yang pernah menukangi Timnas Indonesia kelompok umur itu juga mengungkapkan, bahwa kondisi tim Aceh sebenarnya memulai laga dengan pincang. Kata Fakhri, sebelum pertandingan ia hanya punya 13 pemain. Dua cedera, satu akumulasi kartu kuning, dan empat yang lain kebugarannya belum kembali. Karena masih cedera dari dua pertandingan sebelumnya.

“Sulit untuk melakukan rotasi dalam situasi seperti ini. Gak ada cara lain buat kami, selain dengan bertahan. Kami memanfaatkan serangan balik, kalau itu memungkinkan,” bebernya.

Menurut Fakhri, kunci kesuksesan Aceh ada pada kedisiplinan para pemain dalam bertahan, dan efektivitas memanfaatkan peluang. Para penggawa Aceh, melakukan tugasnya cukup baik. Tapi terlepas dari itu, ini bukan hanya hasil jerih payah 11 pemain, ini ada dukungan doa yang kuat dari masyarakat Aceh terhadap tim sepak bola PON Aceh ini.

“Kami bisa melalui masa-masa sulit ini, ada andil doa dari seluruh rumah-rumah yang ada di Aceh, mendoakan kami semua. Saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Aceh dimana pun berada, atas doa dan dukungannya. Sehingga kami bisa lolos ke (grand) final,” tutur Fakhri Husaini.

Lebih jauh, pelatih kelahiran Lhokseumawe itu membeberkan, tim pelatih Aceh mempersiapkan diri cukup baik. Fakhri bersama koleganya, menonton tiga kali pertandingan Jatim. Bahkan malam sebelum pertandingan, Fakhri menyaksikan dua kali pertandingan ketika Aceh kalah 4-0 dari Jatim saat ujicoba di Surabaya beberapa waktu yang lalu.

“Rasanya sulit mencari kelemahan tim Jawa Timur ini. Mereka punya kedalam skuat yang bagus, kualitas yang hebat. Memang kuncinya kami cukup disiplin menjaga, mengunci pemain utama mereka. Terutama sayap mereka. Kemudian gelandang kami cukup agresif ketika kehilangan bola,” bebernya.

Bagi tim sepakbola Aceh, torehan ini setidaknya sudah mencapai target yang dibebankan KONI Aceh dan Asprov PSSI Aceh. Dimana tim pelatih yang berasistenkan Mukhlis Rasyid-Amiruddin-Azhar, agar dapat masuk ke partai grand final. Untuk diketahui, Aceh akan berhadapan dengan tuan rumah Papua, pada grand final yang akan berlangsung tanggal Kamis 14 Oktober 2021. (icm)