Paving Block GOR Aceh Tamiang Begelombang dan Rawan Pecah

Tim Pansus Komisi IV DPRK Aceh Tamiang meninjau proyek pembangunan paving block GOR Aceh Tamiang yang dinilai tidak sesuai karena permukaan terlihat gelombang, Rabu (13/10/2021). DEDE/RAKYATACEH.COM

HARIANRAKYATACEH.COM – TIM Pansus Komisi IV DPRK Aceh Tamiang, Rabu (13/10) meninjau proyek pembangunan pagar serta paving block di gedung olah raga (GOR) Aceh Tamiang yang tengah dikerjakan.

Tim Pansus terdiri dari unsur pimpinan kolektif dewan Suprianto, Ketua Komisi IV Miswanto serta beberapa anggota ini terkejut saat melihat kondisi lantai paving block halaman GOR dengan permukaan tidak rata.

“Wah secara kasat mata parah lah ini kondisinya bergelombang. Ini katanya paving block K200 tapi kita kan belum uji. Tadi Pak Kabid Dinas PU juga bilang belum diterima. Egak bisa ini, memang parah ini,” cetus Ketua Komisi IV DPRK Aceh Tamiang, Miswanto disela kegiatan Pansus.

Miswanto meminta kepada dinas terkait agar menegur rekanan pelaksana harus bertanggungjawab segera memperbaiki paving block yang tampak seperti bergelombang tersebut.

Tanggapan serupa disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRK Atam, Fitriadi. Ia menilai pemasangan paving block dengan anggaran miliaran rupiah tapi dikerjakan sembarangan.

Dewan asal Dapil 3 ini meminta paving block dibongkar dan dipasang ulang. Pasalnya selain permukaan tidak rata, kekuatan paving block sangat diragukan.

“Rapuh sekali paving block-nya rawan pecah dan dasarnya tidak padat. Apalagi nanti dilindas mobil bakal pecah semua,” sebut Fitriadi sembari memegang pecahan paving block.

Bahkan, lanjut Fitriadi banyak bata paving block dipasang dengan posisi terbalik. Yang seharusnya permukaan paving block atas dibalik ke bawah.

“Diduga hal itu untuk menutupi paving block yang rusak. Sebab saat paving block yang terbalik itu dibongkar, semua pada sompel,” beber Fitriadi.

Politisi Partai Gerindra ini juga menyinggung pintu gerbang GOR yang terbuat dari besi stainless terlihat timpang tidak sebanding dengan gedung dan pagar.

“Gerbangnya terlihat ringkih kali itu. Seharusnya lebih besar lagi dibuat supaya sesuai dengan pagar dan gedungnya,” kata Fitriadi.

Terkait temuan Pansus ini Komisi IV DPRK Aceh Tamiang akan meminta data Rencana Anggaran Biaya (RAB) kepada dinas terkait untuk menyesuaikan item-item proyek yang dibangun.

Pansus Komisi IV ini turut menghadirkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), rekanan pelaksana dan konsultan pengawas.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Aceh Tamiang yang juga PPK proyek GOR, Wan Zulham menyatakan tidak berani serah terima pekerjaan jika kondisi paving block tidak diperbaiki. Dikatakan, proyek tersebut dikerjakan oleh rekanan Banda Aceh bersumber dari dana Otsus TA 2021 senilai Rp 2,6 miliar meliputi pagar depan, samping dan paving block seluruh halaman GOR.

Menurut Wan Zulham proyek pagar dan paving block GOR Aceh

Tamiang diperpanjang atau addendum 15 hari setelah mati kontrak pada 1 Oktober 2021. Artinya waktu addendum tinggal dua hari lagi dan progress pekerjaan harus 100 persen.

“Ini pekerjaan diaddendum 15 hari. Saat ini mereka kerja dalam posisi kena denda keterlambatan. Kita tidak mau tahu dalam waktu 15 hari itu harus selesai,” tegas Wan Zulham. (mag-86)