Penerima BPUM di Aceh Utara Minim ” Hanya 8.027 Pelaku Usaha”

FOTO- Kepala Disperindagkop dan UKM Aceh Utara, Iskandar.

HARIANRAKYATACEH.COM – Masyarakat penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari Kementerian Koperasi dan UKM di Aceh Utara, sangat minim dari jumlah usulan 110.173 usaha mikro. Untuk tahun 2020 lalu hanya diberikan kepada 120 usaha mikro dan tahun 2021 jumlah penerima 7.907 pelaku usaha.

Kepala Disperindagkop dan UKM Aceh Utara, Iskandar dikonfirmasi Rakyat Aceh kemarin mengatakan, usulan data pelaku usaha itu dikirimkan ke Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dalam dua tahun terakhir ini.

” Untuk tahun 2020 kita usulkan 106.811 usaha mikro, ditambah lagi tahun 2021 mencapai 3. 362 usaha mikro dengan jumlah total mencapai 110.173 usaha mikro,”katanya. Namun, yang mendapatkan bantuan untuk tahun
2020 hanya kepada 120 usaha mikro dan 7.907 pelaku usaha di tahun 2021.

“Mungkin ada yang belum memenuhi persyaratan dan data usulan ini dikirimkan ke Kementerian Koperasi dan UKM, lalu diseleksi lebih lanjut dan terkait dengan anggaran tersedia, untuk Aceh Utara diberikan 7.907 pelaku usaha mikro tahun 2021. Apabila di tahun 2022 kalau ada penambahan mungkin akan disalurkan kembali untuk tahap selanjutnya,”harap Iskandar.

Kepala Disperindagkop dan UKM Aceh Utara ini juga menyampaikan, pencarian BPUM sampai saat ini sedang berlangsung lewat Bank Aceh Syari’ah yang ditunjuk. Seperti Bank Aceh Syariah Cabang Samudera Lhokseumawe, Bank Aceh Syariah Lhoksukon, Bank Aceh Syariah Kas Punteuet, dan Bank Aceh Syariah Kas Batuphat.

“Sampai saat ini belum ada kendala, dan waktu penyaluran akan berlangsung hingga tiga bulan kedepan atau berakhir pada Desember mendatang, untuk 7.907 pelaku usaha mikro di Aceh Utara,”jelasnya.

Sementara persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengambil bantuan sebesar Rp 1,2 juta, yakni KTP, KK, memiliki usaha katagori usaha mikro dan foto tempat aktivitas usaha, nomor induk berusaha dan surat keterangan usaha dari keuchik gampong, dan bukan sebagai anggota TNI/Polri, ASN, Pegawai BUMN, Pegawai BUMD, memiliki nomor handphone yang aktif.

Iskandar juga meminta kepada masyarakat pelaku usaha mikro yang mengambil bantuan tersebut diperbankan yang ditunjuk, agar tetap mematuhi Prokes Covid-19. Seperti memakai masker saat berada dilingkungan bank, menjaga jarak dan lainnya. ” Semoga dengan adanya bantuan ini bagi pelaku usaha mikro dapat mengembangkan usaha ditengah pandemi Covid-19,”harapnya. (arm/icm)