Habisi Warga Muslim, India Contek Taktik Ala Israel

Duta Besar Republik Islam Pakistan, Muhammad Hassan. (Foto : MUHAMMAD RUSMADI/RM.id).

HARIANRAKYATACEH.COM – Rakyat Merdeka – Berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terus terjadi di wilayah Jammu dan Kashmir, yang disengketakan Pakistan-India. 18 resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB tak mempan memaksa India mentaati resolusi tersebut. Wilayah mayoritas Muslim ini bahkan menjadi zona paling dimiliterisasi di dunia. Pasukan pendudukan India tanpa ampun membunuh dan meneror orang-orang tak berdosa di sana. Pakistan menyeru masyarakat dunia dan Indonesia, ikut cawe-cawe dan tak melupakan wilayah ini.

Berikut wawancara eksklusif wartawan Rakyat Merdeka & RM.id Muhammad Rusmadi dengan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, Muhammad Hassan pada Selasa (3/8) lalu, untuk memperingati Hari Eksploitasi Kashmir setiap tanggal 5 Agustus.

Bagaimana peran Indonesia selama ini dalam membantu mengatasi konflik Jammu-Kashmir? Apa harapan Pakistan terhadap Indonesia?

Indonesia merupakan negara penting di Asia Tenggara, negara Islam terbesar dan memiliki kedudukan tinggi di masyarakat internasional, negara cinta damai dari orang-orang cinta damai yang menentang kekerasan. Mereka memiliki tingkat kesadaran dan pemahaman luar biasa tinggi tentang isu-isu politik dan sejarah.

Orang-orang di sini menyadari pentingnya menyelesaikan semua masalah melalui cara damai, menghormati semua hak tanpa kekerasan. Dengan demikian, suara dan kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dan stabilitas regional menjadi penting.

Lebih spesifik lagi, bagaimana harapan warga Jammu dan Kashmir pada Indonesia?

Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, mereka berharap dukungan Indonesia.

Pakistan juga menganggap Indonesia sebagai teman tradisional yang dekat dan selalu menyambut baik kontribusi positifnya untuk perdamaian dan kemakmuran regional. Saya yakin itu akan terus memainkan peran konstruktif dalam hal ini.

Apa yang diinginkan Pakistan dari Indonesia dan anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab lainnya adalah membantu menyelesaikan sengketa Kashmir, sesuai dengan keinginan rakyat Jammu dan Kashmir dan resolusi PBB yang relevan.

Pada saat yang sama, mereka juga harus mengirim pesan yang keras dan jelas ke New Delhi untuk menghentikan pelanggaran HAM dan penindasan di wilayah pendudukan dan bergerak menuju penyelesaian perselisihan ini, bukan malah makin menjauh darinya.

Sayangnya, perkembangan terakhir telah membawa kita lebih jauh dari solusi. Di sini, komunitas internasional memiliki peran dan tanggung jawab penting. Mereka harus menyadari situasi di sana.