Wartawan Diedukasi Industri Hulu Migas

KEGIATAN- Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama PT. Pema Global Energi (PGE) melaksanakan edukasi industri hulu Migas bagi wartawan Lhokseumawe dan Aceh Utara, di Aula Hotel Rajawali, Lhokseumawe, Rabu (20/10). ARMIADI/RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA) – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama PT. Pema Global Energi (PGE) melaksanakan edukasi industri hulu migas bagi wartawan Lhokseumawe dan Aceh Utara, di Aula Hotel Rajawali, Lhokseumawe, Rabu (20/10).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 55 wartawan dari berbagai media, baik cetak, online maupun elektronik yang tergabung dalam organisasi kewartawanan, yaitu Persatuan Wartawan Aceh (PWA), PWI Aceh Utara-Lhokseumawe, AJI Lhokseumawe, IJTI Lhokseumawe, dan PPWI Lhokseumawe.

Edukasi industri hulu migas bagi jurnalis itu dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 secara ketat.

Field Manager PGE, Ruzi Abd Muis, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan inisiasi PGE yang sepenuhnya didukung oleh BPMA yang merupakan regulator industri hulu migas di Aceh.

Dikatakan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman para jurnalis yang bertugas di sekitar wilayah operasi PGE di Aceh Utara dan Lhokseumawe terkait dengan industri hulu Migas di Aceh.

“Kami percaya, dengan meningkatnya pemahaman para jurnalis terhadap mekanisme pelaksanaan industri hulu Migas di Aceh, maka informasi yang disajikan melalui media massa akan menjadi tolak ukur bagi masyarakat untuk mendukung kegiatan operasional kami,” ujar Ruzi, dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Sementara itu, Kepala BPMA, Teuku Mohamad Faisal, dalam sambutannya saat membuka acara menyebutkan, jurnalis memiliki peranan penting dalam era informasi saat ini dalam memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat.

“Saya berharap terkhusus dalam penyampaian informasi terkait kegiatan hulu Migas di wilayah kewenangan Aceh kepada masyarakat Aceh, agar dapat disampaikan informasi yang positif. BPMA dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) di Wilayah Aceh tidak bisa berjalan sendiri dan sangat membutuhkan dukungan dari para jurnalis dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik,” ujar Teuku Mohamad Faisal.

Sementara bertindak sebagai narasumber yang mengisi materi dalam kegiatan edukasi hulu migas tersebut adalah, Yarmen Dinamika, salah seorang jurnalis senior di Aceh, dengan tema “Pentingnya dukungan media untuk kegiatan hulu migas di Aceh”.

Selanjutnya, Afrul Wahyuni, Plt Deputi Dukungan Bisnis BPMA dengan tema “Peran industri hulu migas dalam medukung pembangunan Aceh” dan terakhir materi diisi oleh, Ruzi Abd Muis, Field Manager PGE, terkait perkenalan dan overview PGE. (ril/arm/icm)