Polisi Ungkap 13 Kasus Pinjol Ilegal, 57 Orang Jadi Tersangka

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Harianrakyataceh.com I JAKARTA – Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan pihanya sudah mengungkap 13 kasus pinjaman online (pinjol) ilegal. Dari pengungkapan tersebut sebanyak 57 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Perkembangan penanganan kasus pinjol ilegal yang dilaksanakan jajaran Polri sesuai dengan instruktur bapak Presiden melalui Pak Kapolri, kita sudah mengungkap 13 kasus dengan 57 tersangka yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Agus dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (22/10).

Agus mentuturkan, 57 tersangka tersebut didapatkan setelah Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Kalimantan Barat, dan Polda Jawa Tengah mengkungkap kasus pinjol ilegal tersebut.

“Sementara perkembangan dari pada penanganan kasus tersebut kita sedang analisis kemudian hasil daripada analisis itu akan kita distribusikan kepada seluruh wilayah agar pelaku-pelau usaha pinjol ilegal ini bisa kita tindak sesuai dengan apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah,” katanya.

Agus mengimbau kepada masyarakat yang mendapatkan teror dari pinjol ilegal tersebut untuk bisa melaporkannya kepada pihak kepolisian. Hal itu sesuai dengan arahan dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

“Atas perintah Pak Kapolri kami sudah menertibkan Telegram kepada seluruh Polda untuk memberikan respon cepat kepada keluhan masyarakat apabila ada tindakan-tindakan yang dirasakan mengganggu secara psikis maupun fisik kepada masyarakat yang kebetulan menjadi korban pinjaman ilegal ini,” ungkapnya.

Agus menuturkan pinjol ilegal ini secara objektif dan subjektif tidak memenuhi unsur keperdataan. Sehingga aktifitas mereka adalah ilegal, dan Polri perlu mengambil tindakan dengan memberantas pinjol ilegal tersebut.

“Keputusan pemerintah mengimbau kepada warga masyarakat yang sudah telanjur jadi korban pinjol ilegalini tersebut, kami dari kepolisian siap memberikan pengamanan,” pungkasnya. (Jawa Pos)