Santri Madrasah Aliyah MBS Bireuen Kunjungi Kantor Harian Rakyat Aceh

Keterangan: Pimred Harian Rakyat, Sulaiman Ahmad, sedang menyampaikan proses penerbitan Koran, sehingga sampai kepada pembaca.

HARIANRAKYATACEH.COM – Puluhan santriwan dan santriwati Madrasah Aliyah Muhammadiyah Boarding School (MBS), Kabupaten Bireuen mengunjungi sekaligus silaturahmi ke kantor Media Harian Rakyat Aceh di jalan Lhong Raya, Banda Aceh Rabu (28/10). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan siswa terhadap dunia jurnalistik terutama dalam bahasa Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, hadir para Dewan Guru, kepala Sekolah dan Ustazah pendamping disambut oleh Pimpinan Umum Harian Rakyat Aceh, Imran Joni, Pimred Sulaiman Ahmad, dan sejumlah Wartawan. Dihadapan para sisa dan dewan guru, Imran Joni mengisahkan, sejarah berdirinya media Harian Rakyat Aceh, pada Januari 2005 yakni beberapa minggu pasca musibah gempa dan tsunami Aceh.

“Saat itu memang kondisi Aceh sedang berduka. Kemudian di tahun 2005, kita hadir dan mencoba menyapa pembaca melalui informasi yang saat ini dikenal media lokal cetak Harian Rakyat Aceh,” kenangnya. Selain itu, lanjutnya,menjadi seorang jurnalis juga mempunyai tantangan tersendiri.

Misalnya tidak mengenal hari libur. Kemudian harus siap kapan saja dan dalam kondisi lapangan yang tak diduga-duga. Terakhir, Imran Joni berpesan agar para siswa terus belajar dan banyak membaca. Serta tanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sekitar. “Untuk adek-adek harus tanamkan rasa ingin tahu yang kuat.kalau ingin menjadi seorang jurnalis. Kemudian terus menulis untuk mengasah kemampuan diri. Dan jangan takut salah, dalam proses belajar,” pesan Imran Joni yang juga calon Ketua PWI Aceh.

Sulaiman Ahmad, selaku Pimred Harian Rakyat Aceh,menyampaikan sebelum percetakan koran harus dipersiapkan sajian-sajian berita yang akan dimuat di media.

Bahkan pada pagi harinya, wartawan atau jurnalis sudah merencanakan liputan.”Tugas wartawan itu mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi, ada 6 tugas wartawan,” jelasnya.

Ia mengatakan, wartawan dalam menyajikan berita harus berimbang tidak boleh hanya mendengar satu narasumber saja, terutama mengenai pemberitaan yang menyudutkan seseorang.

Sementara itu,  Ketua Koordinator Bahasa Indonesia yang juga tim rombongan, Husen, S. Pd
mengatakan,  bahwa kunjungan tersebut dalam rangka menyambut bulan bahasa ke 41, dan
juga hari sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober.”  Kemudian tujuan pokok kami juga mengenai belajar cara menulis artikel, editorial dan opini, karena sering keluar dalam soal ujian akhir.

Makanya,agar mereka menanyakan langsung kepada wartawan. Mudah- mudahan penjelasan tadi sudah mantap,” tuturnya. Dalam kunjungan tersebut para rombongan juga berkesempatan mengunjungi Percetakan kantor Harian Rakyat Aceh,untuk melihat proses penerbitan koran, sehingga bisa sampai kepada pembaca.