Politik Santri, Kado Mustamar Iqbal Kepada Rektor IAIN Langsa

Dr. Mustamar Iqbal Siregar, MA sedang menyerahkan buku Politik Santri kepada Rektor IAIN Langsa Dr. H. Basri Ibrahim, MA, Jumat (22/10).

LANGSA (RA)—Tanggal 22 Oktober 2021, menjadi momen istimewa bagi Dr. Mustamar Iqbal Siregar, MA. Pasalnya, pada tanggal tersebut secara nasional diperingati sebagai hari Santri Indonesia secara serentak di seluruh Indonesia. Tidak terkecuali di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa, seluruh sivitas akademika juga mengikuti upacara hari santri ini secara virtual di ruang rapat kampus setempat.

 

Bagi Mustamar Iqbal yang merupakan dosen Pengawai Negeri Sipil (PNS) pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Langsa, hari santri tahun ini menjadi momentum istimewa yang dinantikan pasca menyelesaikan program Doktoral (S.3) Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat.

 

Karena, setelah menyelesaikan pendidikan tinggi dan meraih gelar Doktor dengan beasiswa 5.000 Doktor MORA Scholarship Kementerian Agama pada tahun 2020 lalu. Alumni Pascasarjana Strata 2 (S2) Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara ini, berhasil menerbitkan sebuah buku fenomenal tentang dunia santri.

 

Tentunya, buku tersebut bukan karya ilmiah pertama bagi pemuda asal Sibolga, Sumatera Utara yang juga pernah menjadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Sumatera Utara tersebut. Karena, dalam masa studi Pascasarjana dan Doktoral, dirinya juga aktif menulis karya ilmiah dalam berbagai jurnal, bahkan aktif mengisi ruang baca pada kolom media cetak dengan berbagai ide dan pandangan bidang keislaman, politik dan sosial.

 

Buku tentang santri yang ditulis oleh alumnus S.1 Hukum Islam Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tahun 2004 ini mengangkat tema “Politik Santri dalam Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia”. Latar belakangnya yang pernah menjadi santri pada Pondok pesantren Modern KH. Ahmad dahlan, Sipirok, Tapanuli Selatan, menjadi landasan awal bagi Mustamar untuk mengangkat dunia santri ini dalam karya ilmiahnya.

 

“Dunia santri itu unik untuk dibahas, banyak sisi kajian yang dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua, bahkan saat ini santri tidak lagi terbatas pada dunia keagamaan, tapi sudah masuk dalam ranah pemerintahan, politik dan sosial. Karenanya, dalam Disertasi S.3 saya mengangkat “Politik Kaum Santri terhadap Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia Pasca Orde Baru”, dan hasil penelitian ini juga menjadi landasan saya menulis buku “Politik Santri dalam Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia”, ungkap suami dari Rika Sasmita ini.

 

Sekilas, ayah tiga anak ini menjelaskan, buku Politik Santri yang memiliki ketebalan 315 halaman ini membahas tentang terjadinya perluasan makna terminology santri dalam ruang publik sosial-politik Indonesia pasca orde baru yang berpengaruh pada munculnya tipologi santri baru yakni santri akademis, santri ideologis, santri sosiologis dan santri politis.

 

Buku terbitan Kencana divisi dari Predanamedia Group, Jakarta, yang dibandrol dengan harga jual Rp. 115.000 di pulau Jawa ini, juga mengangkat realitas polarisasi ideology politik pendidikan kaum santri pasca orde baru dalam kutub islamisme dan moderatisme.

 

“Hari ini, 22 Oktober 2021, yang merupakan hari santri nasional, saya ingin mendedikasikan karya terbaik saya ini kepada orang tua saya sekaligus pimpinan saya di IAIN Langsa, Bapak Dr. H. Basri Irahim, MA selaku Rektor. Semoga buku ini menjadi kado istimewa saya untuk Rektor IAIN Langsa dalam menyambut hari santri,” demikian ungkap Doktor Pendidikan Islam IAIN Langsa. (dai)