Pos Penyekatan Covid-19 Aceh-Sumut Dihentikan

Ilustrasi Penyekatan

KUTACANE (RA) – Bupati Aceh Tenggara, Raidin Pinim, selaku ketua satuan tugas penanganan covid-19 Aceh Tenggara, intruksikan penghentian sementara pos penyekatan perberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Aceh Tenggara-Sumatra Utara, Jumat (22/10).

Surat perihal pemberhentian sementara penyekatan pos perbatasan provinsi Aceh-Sumut degan nomor 132/ STP2CVD/X/2021. Ditembusi Kapolres Aceh Tenggara, Dandim 0108, Ksatpol PP, Kalaksa BPBD, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Perhubungan di kabupaten itu.

Nazmi Deski, Sekretaris penanganan covid-19 Aceh Tenggara mengatakan, kendati pos penyekatan dinonaktifkan, namun pengawasan prokes tetap berjalan. Begitu juga kewaspadaan terhadap penularan covid-19 tetap ditingkatkan.

“Meski dalam status level 1 atau zona kuning, sosialisasi prokes tetap kita jalankan dan program vaksin terhadap warga tetap berjalan, sesuai dengan target yang telah ditentukan,” kata Nazmi Deski, juga Kalaksa BPBD Aceh Tenggara.

Dijelaskan, diberhentinya pos penyekatan di perbatasan Lawe Pakam, Kecamatan Babul Makmur, juga dikarenakan, jumlah warga yang terjangkit covid-19 daerah ini yang mulai nihil. “Saat ini tidak ada penambahan kasus, sementara pasien yg dirawat di RSUD Sahudin hanya tersisa dua orang dan diperkirakan dalam dua hari ini sudah membaik dan kembali ke rumah,” katanya lagi.

Adapun penerima vaksinasi yang telah dilakukan hingga ini sebanyak 54.353 orang atau 32,41 persen, hingga 18 Oktober 2021. Dari total target 167.698 orang, pada Desember 2021 mendatang. Vaksin tahap kedua terdata sebanyak 22.856 orang atau 13,56 persen.

Diketahui, penanganan pandemi covid-19 di Aceh Tenggara saat ini memasuki level 1 atau zona kuning. Penurunan status ini sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 48 tahun 2021, tentang penanganan dan status covid-19 di seluruh kabupaten/kota se Indonesia. (val/bai)