BIN Bireuen Gelar Vaksinasi Bagi Santri

BIN Daerah Bireuen bekerjasama dengan Dinas Kesehatan menggelar vaksinasi kepada santri di halaman Pondok Pasantren YPI Darussa'adah, Desa Cot Tarom Baroh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Minggu (24/10). AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bireuen bekerjasama dengan Dinas Kesehatan menggelar vaksinasi di halaman Pondok Pasantren YPI Darussa’adah, Desa Cot Tarom Baroh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Minggu (24/10).

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan santri dan wali murid di dayah setempat. Antusias santri terhadap vaksinasi covid-19 tersebut sangat tinggi, terlihat para santri datang tanpa ada pemaksaan dari pihak manapun.

Kapos BIN Daerah Bireuen, Iqbal Sugiharto kepada media ini mengatakan, dari perkiraan peserta sejumlah 200 orang, yang dapat mengikuti vaksinasi sejumlah 112 orang, terdiri dari 85 orang vaksin dosis pertama dan 27 orang dosis kedua.

“Alhamdulillah antusias para santri dan wali murid sangat tinggi. Padahal, sebelumnya di dayah tersebut sudah pernah dibuka gerai vaksin. Namun hari ini, kegiatan vaksinasi juga berjalan lancar,” ujarnya.

Iqbal menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi terhadap santri merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kekebalan kelompok (herd imunity). Vaksinasi bermaksud untuk mencapai 70% tingkat imunitas komunitas seperti targetnya presiden Republik Indonesia (RI).

“Kami dari BIN terus berupaya mengajak masyarakat Bireuen untuk mengikuti vaksinasi. Melihat antusias masyarakat sangat tinggi, kami berinisiatif menggelar vaksinasi secara door to door ke tempat pendidikan,” sebutnya.

Sementara Koordinator Pendidikan Umum Dayah YPI Darussa’adah, Tgk Muhajir menyebutkan, tidak ada pemaksaan kepada santri dan wali mulid dalam mengikuti vaksinasi. Sementara yang belum berani divaksin, akan diberi pemahaman pentingnya¬† vaksin demi menjaga kekebalan tubuh supaya terhindar dari virus corona (covid-19).

“Kami tidak bosan-bosannya mengajak santri untuk mengikuti vaksin. Bagi yang sudah berani dan paham akan pentingnya mengikuti vaksin, langsung di daftarkan kepada tim medis. Sementara peserta yang memiliki riwayat penyakit, maka akan ditunda dan diberikan surat keterangan dokter,” pungkasnya. (akh)