BMA Bantu Delapan Mahasiswa ADI Aceh

Banda Aceh – Sebanyak delapan mahasiswa Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh mendapatkan bantuan dari Baitul Mal Aceh (BMA). Bantuan yang diberikan itu berupa biaya transportasi dari Banda Aceh ke Bekasi, Jawa Barat dan uang saku selama diperjalanan.
Para mahasiswa tersebut berasal dari Subulussam sebanyak 5 orang, Aceh Singkil 1 orang, Aceh Selatan 1 orang dan Aceh Utara 1 orang.

Hal itu disampaikan oleh Direktur ADI Aceh, Dr Abizal Muhammad Yati, Lc MA, Senin (25/10/2021)

Ia mengatakan ADI Aceh merupakan lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah Aceh. Para mahasiswa tersebut selama ini menempuh pendidikan selama setahun di ADI Aceh yang beralamat di Markaz Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Setelah menyelesaikan pendidikan di ADI Aceh, mareka difasilitasi untuk mengikuti tes masuk ke Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir. Bagi yang lolos selanjutnya akan kuliah selama 4 tahun di kampus tersebut di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

Adapun biaya kuliah dan penginapan selama mareka kuliah digratiskan sedangkan biaya transportasi dari daerah dan biaya hidup sehari-hari menjadi tanggungan masing-masing mahasiswa.

“Atas nama pimpinan dan lembaga kami ucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari BMA. Mareka ini memang berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga bantuan tersebut sangatlah berguna bagi mareka. Dan saat ini mareka juga sudah mulai kuliah di kampus STID Muhammad Natsir tersebut,” kata Abizal M Yati.

Sementara itu Kepala Sekretariat BMA, Rahmad Raden mengatakan bantuan tersebut berasal dari dana zakat asnaf fisabilillah pada program Bantuan Insidentil Untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Selama ini sudah banyak lembaga maupun perseorangan yang di bantu melalui program itu.

“Walaupun tidak banyak setidaknya dengan bantuan tersebut kami berharap dapat meringankan beban keluarga para mahasiswa itu. Sehingga niat mareka untuk kuliah kampus STID Muhammad Natsir dapat terpenuhi,” kata Rahmad Raden.

Ia menjelaskan bantuan yang berikan sebanyak Rp2,5 juta kepada masing-masing mahasiswa dengan total Rp20 juta. Adapun penyaluran bantuannya dilakukan secara langsung (ditransfer) ke rekening bank atas nama para mahasiswa tersebut.

Bantuan tersebut merupakan tambahan untuk biaya transportasi udara dari Banda Aceh ke Jakarta dan transportasi darat dari Jakarta ke kampus di Bekasi, Jawa Barat. Selain itu juga untuk keperluan lainnya.

“Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada muzaki yang telah memercayakan zakatnya melalui BMA. Semakin banyak zakat, sehingga lebih banyak lagi mustahik dapat dibantu. Semoga Allah memberkahi rezeki para muzaki dan diberikan kemudahan dalam segala urusannya,” pungkas Rahmad Raden.