BMKG Aceh, Fungsikan Dua Alat Deteksi Linon dan Smong di Simeulue 

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Provinsi Aceh, Nasrol Adil S.Si‎, didampingi Edi Rahman Kalak BPBD Simeulue, saat mengechek fasilitas deteksi Linon dan Smong. Selasa (16/11). Ahmadi - harianrakyataceh.com ‎

HARIANRAKYATACEH.COM – ‎Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (‎BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Provinsi Aceh, fungsikan alat Deteksi Gempa Bumi (Linon) dan Tsunami (Smong).di wilayah pulau Simeulue. ‎

Difungsikannya dua alat canggih tersebut, satu titik dikawasan Bandara Udara Lasikin, Kecamatan Teupah Tengah dan satu titik lagi berada di Kecamatan Simeulue Barat, dan dengan berfungsinya dua alat deteksi tersebut, dinyatakan telah ideal mencakup seluruh wilayah pulau Simeulue.

Hal itu dijelaskan Kepala ‎Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (‎BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Provinsi Aceh, Nasrol Adil S.Si‎, yang didampingi Edi Rahman Kalak BPBD setempat, kepada harianrakyataceh.com, Selasa (15/11).

“Untuk wilayah pulau Simeulue, ada dua unit alat pendeteksi bencana alam gempa bumi dan tsunami. Kedua alat itu telah berfungsi dan dengan luas wilayah yang, sudah ideal dua alat saja”, kata Nasrol Adil.

Lebih lanjut sebut Kepala ‎Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (‎BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Provinsi Aceh itu, dengan difungsikannya kedua alat deteksi itu, dapat mengetahui setiap gerakan dan skala gempa bumi yang terjadi di wilayah pulau Simeulue.

Sehingga nantinya dengan terdeteksinya gerakan dan skala saat terjadi gempa bumi, secara cepat dapat diberitahukan kepada masyarakat luas serta langkah-langkah tindakan selanjutnya oleh Pemerintah, bila terjadi potensi bencana tsunami pasca gempa bumi.

“Kita harapkan, dengan hadirnya dan dioperasikan dua alat deteksi gempa bumi dan tsunami ini, nantinya pemerintah dapat melakukan langkah-langkah cepat dan tepat, pasca gemmpa bumi bila disusul tsunami, serta soal bencana, kami dari BMKG tetap koordinasi dan konsolidasi dengan BPBD Simeulue”, imbuhnya. (ahi).