Kursi Roda Celebral Palsy Mengukir Senyum Sang Pembaca Puisi

Pengurus YBM PLN UP3 Langsa didampingi para pegawai PLN ULP Blangkejeren menyerahkan bantuan bantuan kursi roda celebral palsy kepada siswa Sekolah Luar Biasa (SLB ) Mutiara Lauser yang berada di Desa Leme Blangkejeren, Gayo Lues. Foto istimewa.

HARIANRAKYATACEH.COM I BLANGKEJEREN (RA) – Pagi yang cerah secerah senyum anak – anak penghuni Sekolah Luar Biasa (SLB ) Mutiara Lauser yang berada di Desa Leme Blangkejeren, Gayo Lues.

Senyum – senyum cerah itu mengiringi kedatangan pengurus YBM PLN UP3 Langsa didampingi para pegawai PLN ULP Blangkejeren yang berkunjung ke SLB mereka pada hari Selasa, 28 September 2021 dalam rangka penyerahan bantuan kursi roda celebral palsy.

Sekitar 30 orang anak dengan kondisi disabilitas mengenyam pendidikan di SLB Mutiara Lauser dari jenjang setara SD, SMP hingga SMA.

Anak – anak tersebut merupakan penyandang disabilitas dengan kondisi kekurangan mental yang berbeda. Kepala Sekolah SMA SLB Mutiara Louser, Fahmi Sahab menjelaskan bahwa beberapa anak mengalami cacat fisik namun kemampuan belajarnya seperti anak normal, ada juga anak – anak yang fisiknya normal namun mengalami keterbelakangan mental.

Dalam kunjungan itu, rombongan YBM PLN Langsa dan pegawai PLN ULP Blangkejeren disambut begitu hangat dan diberi kejutan berupa opening ceremonial Lagu Indonesia Raya menggunakan bahasa isyarat yang ditampilkan oleh anak – anak penyandang Tuna Rungu.

Setelah penyerahan dua unit kursi roda celebral palsy, seorang bocah bernama Radian berusia tujuh tahun yang menjadi salah satu pengguna kursi roda tersebut menampilkan sebuah puisi. Celebral Palsy adalah kondisi dimana penderitanya mengalami kelainan kongenital pada gerakan, otot atau postur tubuh. Dengan kata lain si penderita seperti Radian mengalami hambatan pertumbuhan dan lemah pada otot – ototnya.

Walaupun sudah berusia 7 tahun namun postur tubuhnya masih seperti balita berusia 2 tahun.Tapi segala keterbatasannya itu tidak mengurangi semangat penampilannya, sungguh berani dan memukau.

Sontak saja seluruh yang berhadir berdecak kagum seraya meneteskan air mata haru. Di akhir penampilan puisinya, Radian yang didampingi para guru SLB yang berjiwa hebat mengucapkan terimakasih atas kursi roda Celebral Palsy yang telah mendampinginya membacakan puisi hari ini.

“Sebelum kami memberikan bantuan, kami langsung berkomunikasi dengan pengurus SLB Mutiara Louser mengenai apa yang SLB butuhkan, maka kesimpulannya kursi roda ini adalah yang paling dibutuhkan pada saat ini,” ujar Manager ULP Blangkejeren, Sertino Anggara Putra, memberikan penjelasan saat sesi kata sambutan.

Sebagai informasi, bahwa jumlah penderita Celebral Palsy menyentuh jumlah hampir 5% dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia. Namun kenyataannya masih jarang para penderita Celebral Palsy yang ditangani serta diberi bantuan dengan tepat. Semoga bantuan Kursi Roda Celebral Palsy dari YBM PLN UP3 Langsa dan para pegawai PLN ULP Blangkejeren menjadikan anak – anak penderita Celebral Palsy menjadi semangat menuntut ilmu. Karena mereka tetaplah anak – anak walaupun dengan kondisi spesial yang terlihat berbeda dengan anak yang lainnya, mereka juga memiliki cita – cita setinggi langit. (ra/slm)