UNICEF Perwakilan Aceh: 34 Desa di Simeulue, Raih Predikat Terbebas WC Terbang

Bupati Erli Hasyim didampingi Eko Widodo, ST, MT‎, Wash Officer Unicef Perwakilan Aceh‎, menyerahkan piagam ODF kepada Kades. Rabu (24/11). Ahmadi - harianrakyataceh.com.

HARIANRAKYATACEH.COM – ‎Dari 138 desa yang tersebar di 10 Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue, hanya 34 desa yang dinyatakan tidak buang air besar sembarangan atau terbebas WC terbang.

31 desa yang resmi dinyatakan tidak sembarangan buang air besar atau kotoran manusia, dijelaskan ‎
Eko widodo, ST, MT‎, Wash Officer Unicef Perwakilan Aceh‎ di dampingi Erli Hasyim Bupati Simeulue, kepada harianrakyataceh.com,  Rabu) 24/11).‎

‎”34 desa yang ada di Kabupaten Simeulue, dinyatakan tidak lagi sembarangan buang air besar dan telah menggunakan WC sesuai dengan lokasi standar kesehatan atau telah ODF “, katanya sesaat setelah mengikuti upacara peringatan Hari Kesehatan RI‎.

Masih ‎menurut Eko Widodo, ST, MT‎, Wash Officer Unicef Perwakilan Aceh‎, dari 23 Kabupaten dan Kota di Provinsi Aceh, urutan pertama Kota Banda Aceh, yang dinyatakan Open Defecation Free (ODF)‎ atau tidak lagi buang air besar sembarangan.

Sedangkan Kabupaten Simeulue pada posisi urutan tengah dari 23 Kabupaten dan Kota di Provinsi Aceh, serta diharapkan tahun 2024, telah pada posisi ‎Open Defecation Free (ODF)‎, meskipun Unicef telah berakhir masa kerjanya di wilayah kepulauan Simeulue.

“Kalau untuk 23 Kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Aceh, daerah yang telah ODF urutan pertama Kota Banda Aceh. Kalau Kabupaten Simeulue pada posisi ditengah dari 23 Kabupaten dan Kota, serta kita harapkan tahun 2024 mendatang, Simeulue telah ODF”, tegas Eko Widodo.

‎Adapun 34 desa yang dinyatakan telah ODF versi Unicef Lembaga organisasi dunia tersebut, meliputi desa yang tersebar di Kecamatan Simeulue Cut, yakni desa Latak Ayah, Bubuhan, Kutapadang, Borengan, Sibuluh, Ujung Padang dan desa Amarabu.

Selanjutnya Kecamatan Simeulue Tengah, yakni desa Sebbe, Laure’e, Lambaya, Wel-Wel, Kuta Baru, Suak Baru dan desa Lamayang. Kemudian Kecamatan Salang, yakni desa Suak Manang, Tameng, Kenangan Jaya dan desa Ganang Pusako.

Kecamatan Teupah Selatan, yakni hanya satu desa ‎Trans Baru. Kecamatan Teupah Tengah, yakni desa Busung, Lasikin, Sua-Sua dan desa Nancawa. Kecamatan Teluk Dalam, yakni desa Gunung Putih, Sambay dan desa Babussalam.

Kecamatan Teupah Barat, yakni desa Naibos, Inor dan desa Bunon. Kecamatan Simeulue Barat, yakni desa Malasin, Lamamek dan desa Sinar Bahagia. Kecamatan Simeulue Timur, yakni desa Amiria Bahagia dan desa Amaiteng Mulia

Sementara desa yang ada di Kecamatan Alafan, salah satu Kecamatan paling ujung dalam wilayah Kabupaten Simeulue itu, belum masuk dalam daftar ODF atau masih buang air besar sembarangan versi Unicef.

“Persoalan buang air besar sembarangan itu, merupakan persoalan nasional, dan terima kasih kepada desa-desa dalam wilayah Kabupaten Simeulue, telah ODF. Ini juga menjadi salah satu tugas kita serta desa yang telah ODF untuk memberikan contoh kepada desa yang belum ODF”, kata Bupati Erli Hasyim. (ahi)