Kasus Pembacokan Ibu Kandung di Bener Meriah Dihentikan

REDELONG (RA) – Kasus pemuda menganiaya ibu kandungnya sendiri beberapa waktu di Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, bakal dihentikan karena tersangka dinyatakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Pernyataan tersangka mengalami gangguan jiwa ini berdasarkan Surat Keterangan Pemeriksaan kejiwaan Nomor 445/10886/RSU-MKR/2021.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Bener Meriah AKBP Agung Surya Prabowo, S.I.K melalui kasi Humas Polres Bener Meriah Iptu Jufrizal, S.H kepada Rakyat Aceh Rabu (24/11).

Disebutkannya, Polres Bener Meriah sempat mengamankan tersangka akibat perbuatan menganiaya ibu kandungnya sendiri mengunakan sebilah pisau dapur sehingga harus dilarikan ke RSU Fauziah Bireuen beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, akibat perbuatanya korban mengalami luka bacok di bagian punggung, bahu, kepala, telapak tangan sebelah kanan, dan bagian wajah.” Saat itu korban berada di kamar mandi, tiba-tiba pelaku datang dan langsung menusuk korban dengan pisau” ungkapannya.

Beruntung katanya saat kejadian korban langsung berteriak minta tolong sehingga tetangga korban, Anwar dan Muhammad, langsung menuju ke rumah korban dan melihat korban sudah bersimbah darah.

Untuk itu katanya Polres Bener Meriah melakukan penyelidikan sejak 17 November 2021 lalu serta melakukan pemeriksaan kejiwaan pelaku di RSUD Munyang Kute. “Alhasil hasil pemeriksaan oleh dokter ahli diketahui pemuda tersebut mengalami gangguan jiwa” ungkapanya.

Untuk itu katanya kasus hukum terhadap pemuda tersebut akan dihentikan dan pelaku saat ini sedang diobservasi di RSU Muyang Kute Bener Meriah dan akan di segera di rujuk ke RS Jiwa Banda Aceh.

Sedangkan kondisi korban yang merupakan ibu kandungnya sendiri saat ini katanya sudah mulai membaik dan sudah bisa rawat jalan untuk proses kesembuhannya. (uri/min)