Tiga Pelaku Zina Dieksekusi Cambuk 100 Kali

Algojo menjalankan eksekusi hukuman cabuk terhadap tujuh terpidana yang terlibat kasus maisir dan zina di Aceh Tamiang, Jumat (26/11/2021). DEDE/RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang melaksanakan eksekusi cambuk terhadap tujuh pelaku pelanggar Qanun Aceh Nomor 06 tahun 2014 tentang Hukum Acara Jinayat, Jumat (26/11/2021). Dari tujuh orang terdakwa tiga diantaranya dihukum cambuk sebanyak 100 kali di depan umum karena terlibat kasus zina.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Aceh Tamiang Mariono di Aceh Tamiang dikonfirmasi mengatakan, jumlah terpidana yang dieksekusi hari ini sebanyak tujuh orang, empat terlibat kasus maisir (judi online) dan tiga lagi kasus zina.

“Kasusnya maisir sama zina. Kasus zina ada tiga orang terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan,” kata Mariono usai acara uqubat cambuk.

Dijelaskan Mariono untuk pelaku maisir dicambuk sebanyak 10 sampai 35 kali sudah dipotong hukuman selama terpidana berada dalam tahanan sementara, sedangkan untuk pelaku kasus zina tanpa pengurangan hukuman tetap dicambuk 100 kali.

“Ketiga terhukum yang dicambuk 100 kali adalah Peri Susanto (29), Suparman (52) dan Mariana (39). Kejadiannya di Kejuruan Muda dan ketiganya merupakan warga setempat,” jelasnya.

Sementara empat pelaku judi online yang dieksekusi masing-masing M Nur (48), Rezeky Putra (29), Azizirahman (54) dan Ilham Wahyudi (22) seluruhnya juga warga Aceh Tamiang.

Mereka dieksekusi cambuk di halaman Islamic Center Kabupaten Aceh Tamiang. Satu lelaki yang didera cambukan 100 kali sempat minta jeda istirahat karena tidak sanggup menahan sakit. Sedangkan terhukum wanita bertahan sampai hitungan cambuk 100 kali.

“Eksekusi cambuk hari ini merupakan eksekusi yang keempat (terakhir) di tahun 2021,” pungkasnya.

Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang Syamsul Rizal mengatakan dengan dilaksanakannya hukum cambuk ini diharapkan ada efek jera sehingga angka pelanggaran syariat Islam mengalami penurunan di Aceh Tamiang.

Baca Juga...  Komisi VI DPR Aceh Tinjau Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Utara

Pihaknya mengimbau semoga cambukan ini jadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk tidak melakukan khalwat, zina dan tidak berbuat pekerjaan yang dilarang oleh agama.

“Jumlah terhukum cambuk dipengujung tahun ini hanya tujuh paling sedikit dibandingkan eksekusi sebelumnya. Semoga kedepan tidak ada lagi masyarakat yang melanggar syariat Islam,” harap Syamsul Rizal. (mag-86)