Tim SAR Evakuasi Korban Tenggelam di Aceh Besar

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelam di Pantai Penyu, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (28/11). ANTARA/HO/Humas Kantor SAR Banda Aceh

Banda Aceh (RA) – Tim pencarian dan pertolongan atau SAR mengevakuasi jenazah korban tenggelam di Pantai Penyu, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Kepala Kantor SAR Banda Aceh Budiono di Banda Aceh, Minggu, mengatakan korban laki-laki atas nama Islamuddin (26) tahun, santri di Peulanggahan, Kota Banda Aceh

“Jenazah korban ditemukan setelah pencairan berlangsung beberapa jam. Jenazah ditemukan sekitar 500 meter dari titik korban dilaporkan hilang setelah terseret arus,” kata Budiono.

Sebelumnya, korban bersama santri dan guru Dayah Darul Mufadhal mengunjungi Pantai Penyu di Gampong (desa) Dayah Mamplam, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar.
Di pantai tersebut, mereka bermain bola. Setelah itu, mereka mandi laut bersama. Saat itu, kondisi laut sedang pasang dan ombak besar, kata Budiono. Berdasarkan keterangan saksi yang juga rekan korban, kata Budiono, mereka panik setelah menjauh dari pantai dan kaki mereka tidak dapat menginjak dasar laut.

Masing-masing mereka berupaya menyelamatkan diri dengan berenang ke pantai. Namun, korban tidak sanggup berenang dan terseret arus desar dan kemudian hilang. Budiono mengatakan Kantor SAR Banda Aceh mengerahkan delapan personel mencari korban setelah menerima laporan orang hilang saat mandi laut di Pantai Penyu, Kabupaten Aceh Besar.

“Pencarian juga melibatkan potesi SAR lainnya seperti anggota TNI dan Polri serta masyarakat. Operasi pencarian menggunakan perahu karet dan kendaraan penyelamatan,” kata Budiono.

Setelah dilakukan pencarian hampir dua jam, kata Budiono, tim SAR menemukan korban sekitar 500 meter dari titiknya tenggelam dalam keadaan meninggal dunia. “Selanjutnya, tim SAR mengevakuasi korban untuk selanjutnya dibawa RSUD Zainoel Abidin. Dengan ditemukannya korban, maka operasi pencarian dihentikan,” kata Budiono. (ANT/rif)

Baca Juga...  Stok Minyak Goreng Kosong karena Panic Buying