Jalan Asan Kumbang-Drien Bungong Amlas

Badan jalan yang menghubungkan Gampong Asan Kumbang dengan Gampong Drien Bungong Kecamatan Bandardua, Pidie Jaya amblas.Rakyat Aceh/Abdullah gani

MEUREUDU (RA) – Sepanjang kurang lebih 30 meter badan jalan yang menghubungkan Gampong Asan Kumbang dengan Gampong Drieng Bungong Kecamatan Bandardua, Pidie Jaya, yang amblas ke sungai sekitar sepekan lalu, rencananya akan ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Ya benar akan kita tangani. Kini sedang proses dana,” kata Umar Lotan, Sekretaris BPBD, Selasa (30/11).

Musibah itu terjadi, sebut Umar, menyusul hujan deras disusul banjir, Minggu pekan lalu. Akibatnya, sekitar 30 meter tebing dan badan jalan amblas ke sungai. Pun begitu hubungan transportasi dari dua arah baik kendaraan roda empat apalagi sepeda motor (sepmor) masih lancar. Pihaknya bersama staf sudah meninjau langsung termasuk mengamati tebing daerah aliran sungai (DAS) di wilayah tersebut.

Amir Hamzah ST, Kabid Pengairan Dinas PU Pidie Jaya membenarkan, jalan yang ablas itu akan ditangani BPBD. M Yunus, serorang warga setempat berharap agar jalan dimaksud ditangani secepatnya. Karena jika dibiarkan, dikawatirkan saat banjir berikutnya, jalan yang kini tinggal sekitar 2,5 meter lagi bakal putus dan merendam pemukiman penduduk.
“Kami berharap jalan itu segera ditangani,” kata Yunus.

Yunus menambahkan, beberapa tahun silam tidak jauh dari lokasi tersebut (masih sepanjang DAS yang sama), puluhan badan jalan juga mengalami hal serupa. Bahkan kala itu kondisinya lebih parah dan sulit dilalui terutama dengan sepeda motor apalagi kendaraan roda empat. Apalagi, sehari-hari rute tersebut banyak dilalui warga termasuk yang hendak ke ibukota kecamatan atau Keude Ulee Gle).

“Jalan ini tdak pernah sepi dari pelintas,” timpal seorang warga lainnya.
Amatan wartawan harian ini, di beberapa lokasi lainnya sepanjang DAS tersebut, banyak tebing yang sudah ambruk. Bahkan tidak jauh dari meunasah Desa Drien Bungong sebuah rumah permanen yang sudah lama ditinggalkan pemilik, kini kondisinya sekarat alias nyaris terpungging ke sungai.

Baca Juga...  Ketua MIUMI Aceh Safari Dakwah ke Bireuen

Salah seorang tokoh setempat mengatakan, sekitar tiga tahun lalu rumah yang nyaris ambruk itu sudah pernah dilaporkan ke pemkab dan dinas terkait dengan harapan dibangun penguatan tebing. Tapi hingga sekarang belum ada respon.(mag87/rus)