Ratusan Operator Gampong Bimtek Aplikasi SIKS-NG

Para operator gampong dalam Kabupaten Abdya mengikuti sosialisasi bimtek aplikasi SIKS-NG, Selasa (30/11) RAHMAT/RAKYAT ACEH

BLANGPIDIE (RA) – Ratusan operator gampong yang tersebar dalam Kabupaten Abdya mengikuti bimbingan teknik (bimtek) aplikasi SIKS-NG. Hal ini dilakukan dalam rangka persiapan verifikasi dan validasi DTKS.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten setempat yang berlangsung di aula Bappeda setempat, Selasa (30/11), dengan menghadirkan pemateri dari Disduk Capil Abdya yaitu Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Samsuar Rustam, yang menjelaskan tentang NIK.

Kepala Dinas Sosial Abdya, Yusan Sulaili, dalam sambutnya sekaligus membuka kegiatan tersebut menyebutkan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini guna memberikan pemahaman kepada petugas verifikasi dan validasi dengan berdasarkan Data Terpada Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memperoleh data yang akurat dan sesuai kriteria.

Menurutnya, perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan bagi penduduk miskin dan rentan miskin merupakan salah satu agenda utama pemerintah, untuk itu diperlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta dan masyarakat.

Disebutkan, mengingat pentingnya pengelolaan data dalam melakukan verifikasi dan validasi serta pendataan dan perbaikan data keluarga tidak mampu yang belum terakomodir di DTKS, sehingga dapat memperoleh data keluarga fakir miskin dan keluarga tidak mampu yang Valid, tepat sasaran dan mutahir.

Selain itu juga disebutkan bahwa saat ini ada beberapa bantuan program yang disalurkan pemerintah pusat melalu Dinas Sosial yang melipun Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial beras sejahtera atau yang sekarang bertransforman menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Bantuan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas lainnya serta program lain seperti Indonesia Pintar/Kartu Indonesia Sehat (KIS), BPJS Kesehatan, program Dana Desa dan program pro-rakyat lainnya.

“Kita pahami dalam undang-undang 13 tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin. Orang yang tidak memiliki mata pencaharian atau punya mata pencaharian tapi tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar, diharapkan kepada peserta agar menanamkan didalam hati untuk melakukan verifikasi dan validasi yang sebenar-benarnya,” harap Yusan. (mat/bai)

Baca Juga...  TBM Ruman Aceh Menerima Sumbangan 1.350 Bacaan