Sudah 4 Tahun Meteran Dipasang, Air Bersih Tak Kunjung Tiba

Seorang warga memperlihatkan kran tanpa aliran air bersih, Kamis (2/12).Rakyat Aceh/Abdullah Gani

MEUREUDU (RA) – Aneh, tapi begitulah kenyataan. Puluhan rumah penduduk Gampong Reuleuet Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, kini sudah menjelang empat tahun memiliki meteran air bersih, tapi hingga sekarang air yang dinantikan tak kunjung tersuplai. Anehnya lagi, mereka semua mengaku sudah melunasi harga meteran sebesar Rp 250.000 perumah, namun ternyata janji hanya tinggal janji.

Atas persoalan yang satu itu, masyarakat sangat mengeluh dan lebih sedih lagi pihak perusahaan air bersih di Meureudu terkesan mempermainkan mereka. Betapa tidak, setelah meteran dipasang disusul pembayaran uang, setelah itu sampai sekarang tak lagi kelihatan hidung belangnya. Sekitar setahun lalu, calon pelanggan sudah sepakat mendatangi petugas PAM-IKK Meureudu, tapi urung dilakukan.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah warga Reuleuet saat wartawan harian ini berkunjung, Kamis (2/12) kemarin. Seperti dilaporkan Tgk Tarmizi, imam desa setempat. Katanya, berawal dari kedatangan salah seorang petugas yang mengaku dari PAM-IKK Gampong Beurawang-Meureudu menawarkan pemasangan air bersih pada rumah-rumah warga dan mereka pun langsung meresponnya.

Lanjut Tgk Tarmizi, kehadiran air bersih tentunya bagaikan dalam mimpi. Apalagi, kala itu tidak banyak persyaratan kecuali hanya membayar Rp 250.000 per-unit meteran.
“Penduduk masih didera air bersih,” papar Tgk Zubir.

Keluhan serupa juga disampaikan Muhammad dan salah seorang ibu rumah tangga (IRT) yang minta identitasnya tidak ditulis disini. Mereka membenarkan, ketidak adanya air bersih sangat berdampak terhadap kehidupan sehari-hari. Ditanya bagaimana juga untuk konsumsi serta keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK), Muhammad menyebutkan, semua warga menggunakan air sumur galian. Kendati sumurnya sangat dalam (10-12 cincin), tapi apa boleh buat.

“Mau bilang apa,” imbuh Muhammad.
Kepala Mukim Paya Seutuy, Bastun M Adam menjawab Rakyat Aceh mengaku sedih. Warga Reulet, kata Bastum, bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah wilayahnya berdekatan dengan perbukitan, air bersih yang ditawarkan petugas PDAM juga tak kunjung tiba. Sementara uang untuk meteran sudah dilunasi.

Baca Juga...  Bea Cukai Sita 3,3 Juta Batang Rokok Ilegal

“Apa itu bukan penipuan namanya,” sebut Bastun yang juga Ketua Kelompok Tani Kebun.
Direktur PDAM Tirta Krueng Meureudu, Cut Faisal Syah Putra SH yang dikonfirmasi Rakyat Aceh mengaku belum tahu hal itu.

“Akan saya cek dulu nanti saya kabarkan,” sebut Cut Faisal secara singkat. (age/rus)