Peringati Milad GAM ke 45, Jajaran KPA Daerah IV Wilayah Batee Iliek Bireuen Santuni Anak Yatim dan Gelar Doa Bersama

Jajaran KPA Daerah IV Wilayah Bate Iliek foto bersama dengan anak syuhadan dan anak yatim piatu di Meunasah Desa Samuti Makmur, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Sabtu (4/12). AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke 45, Jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah IV Wilayah Batee Iliek Kabupaten Bireuen, menggelar doa dan zikir bersama di Meunasah Desa Samuti Makmur, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Sabtu (4/12).

 

Terselenggaranya acara ini, berkat kekompakan sesama eks kombatan GAM Wilayah IV. Beberapa nama ternama dikalangan KPA yang turut berpartisipasi diantaranya, Mahdi Cobra, Apa El, Yahya Manok, Ali Pasir, Tgk Acob alias Toke Mameh dan Sagob.

 

Amatan media ini, jajaran KPA juga menyediakan makanan untuk masyarakat sebagai bentuk syukuran. Ribuan masyarakat terdiri dari para anak syuhada, para tokoh masyarakat, para Imum Mukim, para Keuchik, para tokoh pemuda, serta jajaran KPA Wilayah IV Batee Iliek Bireuen ikut mencicipi makanan yang sudah dihidangkan.

 

Disela-sela kegiatan, Ketua panitia pelaksana, Samsul Admi alias Mentri KPA kepada Rakyat Aceh mengatakan, serangkaian kegiatan dilaksanakan untuk mengingat dan mengenang para syuhada yang sudah syahid pada masa konflik.

 

Ia mengaku, selain doa dan zikir bersama, pihaknya juga menyantuni puluhan anak syuhada dan yatim piatu yang ada di Wilayah IV. Makanan juga disediakan sebagai bentuk syukuran yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

 

“Para syuhada sudah bersusah payah memperjuangkan perdamaian Aceh, sehingga sudah sepatutnya kita mengenangnya dengan memanjatkan doa dan zikir bersama, yang kemudian diniatkan fahala untuk para pejuang terdahulu,” ujarnya.

 

Melalui momentum milad GAM ini, sebutnya, bangsa Aceh dituntut untuk terus kompak dalam menjaga perdamaian dan menjaga kekhususan Aceh. Bahkan, ia mendesak Pemerintah Pusat untuk segera merealisasikan seluruh butir-butir MoU Helsinki demi keutuhan perdamaian bangsa.

Baca Juga...  Akhir Maret 2022 Pilkades Serentak di Simeulue

 

“Ribuan masyarakat dari Wilayah IV Bate Iliek, terdiri dari Kecamatan Gandapura, Makmur dan Kutablang turut menghadiri kegiatan ini. Artinya, bangsa Aceh masih sangat kompak dalam menjaga perdamaian. Semoga kegiatan seperti ini, terus dijadikan sebagai kegiatan tahunan untuk mengenang para syuhada yang sudah syahid dalam membela bangsa,” pungkas Mentri KPA.

 

Sementara itu, Azharuddin turut membacakan amanat paduka yang mulia Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud Al-Haythar dihadapan para hadirin. Diantara amanah wali yaitu, dituntut bersatu dalam menghadapi upaya direvisi Undang Undang Pemerintah Aceh (UUPA).

 

“Kita harus selalu bertanya pada diri kita, apakah semua butir-butir kesepakatan MoU Helsinki dan turunannya pada Undang-undang No 11 tentang Pemerintahan Aceh Tahun 2006 telah terlaksana dan dipenuhi semua. Malah belakangan ini, ada upaya yang sedang dilakukan untuk merevisi Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, ini sungguh membuat suasana yang tidak nyaman dan damai bagi Aceh, dan umumnya bagi Indonesia. Karena, berbagai substansi UUPA sebelumnya tidak dijalankan secara utuh, sekarang malah hendak direvisi,” katanya.

 

Ia menegaskan, kalaupun UUPA tetap direvisi, maka GAM merupakan pihak pertama yang wajib dilibatkan, karena keinginan GAM revisi UUPA tetap harus sesuai dengan Memorandum of Undestanding (MoU) Helsinki, 15 Agustus 2005.

 

“Jika ada upaya-upaya untuk menghilangkan makna dan amanat dari MoU yang dimaksud, maka harus dianggap sebagai pengkhianatan terhadap perdamaian yang telah dicapai para pihak,” pungkas Azharuddin.

 

Orasi perjuangan juga disampaikan oleh mantan Panglima Muda Daerah IV Wilayah Bate Iliek, Tgk Ma’un alias Abunek. Ia menegaskan bahwa, dana otonomi khusus (otsus) harus selalu dijaga, karena dana ini merupakan hasil perjuangan bangsa Aceh.

Baca Juga...  KPA-PA Samudra Pase Peringati Maulid "Malik Mahmud dan Ulama Ikut Hadir"

 

“Jangan salah gunakan dana otsus, manfaatkan untuk kemajuan bangsa. Pergunakan dengan baik untuk kemajuan bangsa, khususnya untuk kemajuan pendidikan agama Islam bagi anak-anak Aceh,” katanya. (akh)