Ketua SOIna: Kami Berbeda tapi Bukan untuk Dibedakan

Ketua SOIna Aceh Tamiang, Tri Astuti meminta kepada pemerintah daerah setempat membangun Sekolah Luar Biasa (SLB) yang mudah dijangkau ABK, saat peringatan Hari Disabilitas Internasional di Aceh Tamiang, Senin (6/12/2021). DEDE/HARIANRAKYATACEH.COM

HARIANRAKYATACEH.COM – Ketua Special Olympics Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, Tri Astuti mengatakan, kebutuhan anak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan yang semestinya sangat sulit. Keberadaan sekolah yang masih terbatas dan jauh dari tempat tinggal menjadi kendala.

“Bagi keluarga yang memiliki biaya untuk mendapatkan informasi pendidikan, mungkin hal tersebut tidak menjadi masalah. Namun bagi mereka saudara kami yang memiliki keterbatasan ekonomi, jangankan untuk berbicara masalah biaya transportasi mendatangi Sekolah Luar Biasa (SLB), untuk makan pun mereka merasakan kesulitan,” kata Tri Astuti pada momentum Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang jatuh setiap tanggal 3 Desember, diperingati Pemkab Aceh Tamiang, Senin (6/12).

“Besar harapan kami yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) kepada pemerintah, mohon dapat didirikan SLB-SLB yang dapat dijangkau oleh masyarakat di Aceh Tamiang. Karena hari ini di Aceh Tamiang baru ada satu SLB,” ungkap anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai NasDem tersebut.

Dari pengamatan SOIna masih banyak anak usia sekolah penyandang disabilitas di Aceh Tamiang belum mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan, belum lagi pandangan masyarakat apabila pada satu keluarga terdapat ABK merupakan aib bagi keluarga tapi selama ini banyak disembunyikan.

Oleh karena itu gerakan untuk memberikan hak bagi ABK tidak hanya dilakukan oleh guru maupun pihak SLB. Para difabel butuh dukungan dari pemerintah daerah agar semua anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Aceh Tamiang dapat menerima haknya dalam hal pendidikan sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Warga negara yang mempunyai kelainan fisik, emosi, mental, intelektual, dan atau sosial berhak memperoleh endidikan khusus (PK). Memang kami berbeda tapi bukan untuk dibedakan,” tukas Tri Astuti.

Baca Juga...  Polisi Ringkus Maling Burung

Acara HDI dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang, HT Insyafuddin, unsur Forkopimda, anggota dewan, pejabat SKPK terkait, guru PLB, siswa disabilitas dan para orang tua yang memiliki anak difabel. Peringatan hari disabilitas juga diwarnai dengan pemberian penghargaan dari lembaga SOIna bagi penyandang disabilitas yang berprestasi di bidang olah raga tingkat nasional. (ddh)