60 Ribu jiwa Terdampak Banjir Rob Landa Sejumlah Wilayah Kota Medan

Jembatan sepanjang 45 meter dan lebar 4,20 meter selesai dipasang pada Km 31 lintasan KKA-Bener Meriah, Selasa sore (7/12). Kenderaan pun sudah dapat melintas. Hanya saja harus ekstra waspada karena jalan masih licin akibat hujan. Ist

HARIANRAKYATACEH.COM I JAKARTA – Sebanyak 60. 102 jiwa atau 14.929 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir rob di sejumlah kelurahan yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara.  Rob dipicu oleh pasang air laut, sekira pukul 01.30 WIB, Selasa (7/12).

Demikian siaran pers  yang disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D.

Disebutkan, wilayah terdampak tersebar di 6 kelurahan.  Yaitu Kelurahan Belawan I, Belawan II, Sicanang, Bahari, Bahagia dan Bagan Deli.  Insiden ini tidak mengakibatkan korban jiwa dan pengungsian.

Sebanyak 14.929 KK atau 60.102 jiwa terdampak banjir rob ini. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan melakukan upaya darurat untuk melakukan pemantauan kawasan terdampak banjir rob. Pihak BPBD telah berkoordinasi dengan aparat kelurahan dan menyiagakan personel serta peralatan evakuasi apabila kondisi banjir memburuk, ungkap Abdul Muhari yang diterima Rakyat Aceh, Selasa siang.

Lebih lanjut dikatakan, personel BPBD Kota Medan juga mengimbau warga untuk tetap siaga menghadapi potensi kenaikan debit air secara tiba-tiba. Berdasarkan pantauan prakiraan cuaca pada siang ini, wilayah Kota Medan masih berpotensi hujan ringan. Sedangkan esok dan lusa, cuaca berpeluang cerah berawan hingga berawan.

Sementara itu, sebanyak 21 kecamatan di Kota Medan berada pada potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Kecamatan Medan Belawan yang berbatasan dengan perairan berada dalam wilayah dengan potensi bahaya tersebut. Dan, masyarakat pun dihimbau untuk waspada dan siapsiaga. (ung/ril)

[18.55, 7/12/2021] Idris Bendung: Akses Jalan KKA-Bener Meriah Kembali Lancar

LHOKSEUMAWE-Jembatan sepanjang 45 meter dengan kelebaran 4,20 meter selesai dipasang pada lintasan Km 31 jalan KKA-Bener Meriah dan Takengon, Selasa sore (7/12). Sejumlah kenderaan roda empat dan dua pun sudah dapat melintas. Hanya saja untuk ekstra hati-hati karena jalan masih licin akibat turun hujan.

Baca Juga...  Supir Truk Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Balikpapan

Warga dikawasan wisata kuliner Gunung Salak, Dusun Jabal Antara, Gampong Alu Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, menyampaikan kepada Rakyat Aceh, pasca penutupan jalan sejak Senin lalu, kini jalan sudah terbuka kembali.

“Jembatan sudah siap dipasang. Pekerja pun mulai persiapan hendak pulang,” kata seoramg ibu rumah tangga yang berjualan di kuliner Gunung Salak, Selasa malam.

Menurut dia, beberapa kenderaan roda empat membawa kebutuhan pokok sudah melewati di atas jembatan. Begitu pula kenderaan roda dua. “Ya, ada yang mau pulang ke Krueng Geukueh naik Honda sudah bisa,” paparnya.

Hanya saja, Syamsudin  warga Dusun Jabal Antara berharap pemerintah atau dinas terakit untuk memberi batasan kenderaan bertonase besar melintas. Ini ada kenderaan sampai roda 22 lewat jalan KKA-Bener Meriah. Sudah jalan kecil bawa yang berat-berat lagi. Ini kan bukan jalan kelas 1,” ujarnya. 

Seperti pemberitaan sebelumnya,  jalan longsor yang kian mengancam bagi pengemudi, maka ruas jalan lintasan KKA-Bener Meriah dan Takengon,  ditutup selama dua hari .  Penutupan menyusul adanya pemasangan jembatan besi oleh Dinas Pekerjaaan Umum, Propinsi Aceh di Km 31 kawasan Gunung Salak. (ung)