Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini Saya Tidak Mau Difoto. Mana Hasil PKH ?

Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini tiba di Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Selasa siang (11/1), menyerahkan santunan kepada korban meninggal akibat banjir. IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEH

LHOKSUKON (RA) – Mobil Alphard RI 29 warna hitam sekira pukul 13.55 WIB, tiba di halaman rumah Teuku Andika (12) korban meninggal akibat banjir di Desa Meuria, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini langsung turun dan masuk ke rumah duka berkontruksi kayu, Selasa (11/1).

Disambut Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib dan Wakil Bupati, Fauzi Yusuf dan sejumlah petinggi TNI/Polri, Tagana dan jajaran Dinas Sosial Aceh Utara, Risma menyerahkan santunan kepada ibu Andika dan ahli waris almarhum Sabidan (70) asal Kecamatan Pirak Timur. Standar bantuan kepada masing-masing ahli waris korban sebanyak Rp 15 juta.

Ibu almarhum Andika mengucapkan terima kasih atas bantuan yang Mensos RI Tri Rismaharini yang langsung datang ke rumahnya.

“Kehadiran kami kesini untuk memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia akibat bencana banjir. Masing-masing korban menerima santunan Rp 15 juta. Kemudian kita juga akan melanjutkan perjalanan ke Aceh Timur, karena disana ada dua orang yang menjadi korban meninggal dunia akibat banjir,”ucap Risma kepada wartawan.

Sebut Risma, bantuan yang diberikan itu sudah sesuai dengan standar nasional untuk korban bencana alam yang meninggal dunia dengan nominal Rp15 juta. “Memang sudah ada standarnya, untuk korban meninggal Rp 15 juta, luka-luka ada juga santunan, lupa saya berapa nilainya,”kata Menteri Sosial ini.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya siap membantu korban banjir dan juga sudah menyiapkan lumbung sosial atau tempat penyimpanan logistik untuk menghadapi dampak bencana. “Lumbung sosial ini dapat menjadi cadangan apabila terjadi bencana alam di Aceh. Maka warga sudah bisa menangani sendiri dengan koordinator pemerintah daerah,”ungkapnya.
Seusai penyerahan santunan, giliran petugas Program Keluarga Harapan (PKH) kecamatan yang dominan perempuan meminta berfoto bersama ibu menteri. ‘Ibu kami ingin berfoto bersama’ pinta beberapa petugas PKH.

“Saya tidak mau berfoto. Mana hasil PKH kalian. Mana ?,” pinta Risma.
Petugas PKH kecamatan pun menjawab, sudah selesai semua ibu laporannya. Itu ada sama Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH.

Mau tak mau, Mensos Risma melihat kesana kemari. Dan, bergegaslah Korkab PKH Aceh Utara menjumpai. “Ini ibu hasil laporan PKH. Sudah selesai semua,” jawabnya.
Hanya saja waktu kunjungan yang sangat singkat dan hendak menuju Aceh Taming dan Aceh Timur, Mensos Tri Risma pun kembali menuju mobil. Foto bersama petugas PKH, gagal.

Adapun bantuan Mensos untuk korban banjir di Aceh Utara, yang diberlakukan darurat bencana hingga 15 Januari 2022 mandatang berupa bantuan logistik Rp 232.161.100, santunan ahli waris untuk 2 jiwa @ Rp 15 juta. dan bahan natura Rp 195.389.000 dengan total bantuan senilai Rp 457.550.100.

Sedangkan bantuan Kemensos untuk korban bencana banjir di Kota Langsa, berupa bantuan logistik untuk pengisian lumbung sosial, bantuan Dapur Umum, bantuan sembako 185 paket, mainan anak 80 paket, perlengkapan sekolah 80 paket, total bantuan senilai Rp 454.886.050.

Begitu pula untuk korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Timur, berupa buffer stock Rp 391.785.514, bahan natura dan paket sandang Rp 1.018.500.234, bantuan ahli waris 2 jiwa @ Rp 15 juta Rp 30 juta, total senilai Rp 1.440.285.757.

Penyerahan bantuan logistik tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang senilai Rp 1.066.276.084. (ung/arm/min)