2.802 Hektar Sawah Terendam Banjir, 43 Hektar Gagal Panen

SAWAH PETANI - Kondisi tanaman padi milik petani di areal sawah di Kecamatan Banda Baro Aceh Utara yang sempat terendam banjir pada awal Januari lalu. FOR RAKYAT ACEH

ACEH UTARA (RA) – Seluas 2.802 hektar tanaman padi masyarakat di sejumlah kecamatan di Aceh Utara ikut terendam banjir yang terjadi dalam sepekan terakhir ini. Bahkan, 43 hektar tanaman padi lainnya juga gagal panen atau puso, karena banjir mengenai sawah lebih daripada tiga hari.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Erwandi dikonfirmasi Rakyat Aceh kemarin mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Bupati Aceh Utara tertanggal 10 Januari lalu perihal data pasca bencana alam banjir di Aceh Utara.

“Banjir yang terjadi sejak tanggal 1-5 Januari lalu merendam 13 kecamatan di Aceh Utara, akibatnya areal sawah atau lahan pertanian padi seluas 2.802 hektar terendam dan 43 hektar diantaranya gagal panen atau puso,” kata Erwandi.

Disebutkan, untuk tanaman padi yang terancam puso akan bertambah, karena petugas dilapangan masih terus melakukan pendataan. “Yang perlu diketahui adalah tanaman padi mengalami puso jika terendam banjir lebih daripada tiga hari. Maka batang padi akan rusak dan membusuk,” ucapnya.

Apalagi, usia tanaman padi yang ditanami oleh para petani sangat bervariasi karena saat penanaman padi tidak serentak di Aceh Utara. “Berdasarkan data yang sudah masuk ke kita. Rata-rata usia padi ikut terendam banjir di Aceh Utara, ada yang sedang mulai masa tanam hingga menjelang musim panen,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk kerugian para petani akibat dampak banjir dari sektor tanaman padi masih dilakukan pendataan. Sementara itu, data tanaman padi masyarakat yang sempat terendam banjir di Aceh Utara, yakni untuk Kecamatan Langkahan seluas 40 hektar, Baktiya 555 hektar, Tanah Luas 200 hektar.

Kemudian, Syamtalira Bayu 41 hektar, Meurah Mulia 135 hektar, Tanah Pasir 20 hektar dan Kecamatan Lhoksukon 594 hektar, Kecamatan Pirak Timu 220 hektar, Baktiya Barat 835 hektar, Cot Girek 30 hektar, Seunuddon 28 hektar, Banda Baro 34 hektar dan Kecamatan Nisam seluas 70 hektar.

“Jadi khususnya, untuk 43 hektar tanaman padi yang terjadi puso dengan rincian di Kecamatan Syamtalira Bayu ada 12 hektar, Meurah Mulia 28 hektar, dan Kecamatan Seunuddon tiga hektar,” tuturnya. (arm/icm)