Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

LHOKSEUMAWE · 14 Jan 2022 08:10 WIB ·

Sidang Perdana Nelayan Minta Suntik Mati


 Kuasa Hukum nelayan dan warga memanfaatkan waduk Pusong untuk mencari nafkah, berfose bersama seusai sidang perdana, Kamis (13/1). IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEH Perbesar

Kuasa Hukum nelayan dan warga memanfaatkan waduk Pusong untuk mencari nafkah, berfose bersama seusai sidang perdana, Kamis (13/1). IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA) – Pengadilan Negeri Lhokseumawe, gelar sidang perdana permohonan suntik mati (euthanasia), Nazaruddin Razali seorang nelayan keramba di waduk Pusong, Lhokseumawe, Kamis (13/1).

Sidang berlangsung sekira pukul 10.00 WIB, tanpa dihadiri pemohon. Puluhan nelayan keramba ikut hadir sebagai rasa solidaritas. Sidang diwakili kuasa pemohon, Muhammad Zubir, SH dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Menurut kuasa hukum pemohon, niat suntik mati datang dari Nazaruddin Razali berawal dari berbagai tekanan yang dihadapi saat ini.

“Kondisi pemohon yang sudah tua dan sakit-sakitan. Juga sebagai kepala keluarga yang tetap harus memenuhi kebutuhan hidup. Sehingga pemohon sangat tertekan dan menilai bahwa negara tidak berpihak,” kata Muhammad Zubir.

Terlebih lagi, pasca Camat Banda Sakti menyampaikan waduk Pusong adalah pembuangan limbah dari Rumah Sakit dan rumah tangga. Ikan yang dibudidaya oleh pemohon dan warga Pusong tidak sehat dikonsumsi.

“Dampaknya, pendapatan pemohon menyusut. Warga yang biasa menjadi konsumen tak membelinya. Begitu pula pada petani lainnya,” tambah Muhammad Zubir.

Lebih lanjut dikatakan, Walikota Lhokseumawe, melalui surat Nomor : 523/1322/2021, tertanggal 26 Oktober 2021, mengeluarkan perintah larangan melakukan budidaya ikan di dalam waduk, Pusong.

“Harus dibongkar keramba milik masyarakat secara mandiri. Selambatnya 20 November 2021,” ungkap Muhammad Zubir.

Sementara itu, kepada sejumlah wartawan Muhammad Zubir menyebutkan sedikitnya ada 500 warga saat ini memanfaatkan waduk Pusong sebagai tempat mencari nafkah. Sidang yang diketuai Budi Sunanda, SH,MH akan dilanjutan Kamis mendatang (20/1). (ung/min)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Seluruh Fraksi DPRA Setujui Ranqan Pertanggungjawaban APBA 2023 Diqanunkan

17 July 2024 - 03:59 WIB

ISBI Aceh Beri Ruang Seniman dan Budayawan Raih Gelar Sarjana

16 July 2024 - 20:12 WIB

Presiden Jokowi Transit di Aceh Sebelum Bertolak ke Abu Dhabi

16 July 2024 - 18:03 WIB

Pimti Kemenkumham Aceh Hadiri Rakordal Program Dukman Tahun 2024

16 July 2024 - 15:52 WIB

Waskita Karya Bangun Lapangan Pacu Kuda Persiapan PON Aceh – Sumut

16 July 2024 - 15:40 WIB

AKN Aceh Barat dan DSI Gelar Pelatihan Sembelih Ayam Halal

16 July 2024 - 15:11 WIB

Trending di NANGGROE BARAT