Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 14 Jan 2022 19:52 WIB ·

Tanah Timbun Pembangunan PN Blangpidie Meresahkan Warga


 Tanah Timbun Pembangunan PN Blangpidie Meresahkan Warga Perbesar

BLANGPIDIE (RA) – Tanah timbunan untuk proyek pembangunan Pengadilan Negeri (PN) Blangpidie, Kabupatn Abdya yang berlokasi di komplek perkantoran yang diangkut dengan Dum Truk berserakan di badan jalan sehingga sangat meresahkan warga.

Tanah timbunan berserakan itu mulai dari depan Kantor Kejari Abdya hingga Mapolres setempat. Bukan hanya itu, mobil pengangkut mererial timbunan itu pun sering terlihat ugal – ugalan sehingga keadaan ini dikhawatirkan sangat membahayakan warga yang melintas jalur tersebut.

Salah seorang pengendara, Salman menyebutkan, tanah berserakan sangat membahayakan pengguna jalan. Sebab, tanah yang jatuh dari mobil truk tidak dibersihkan oleh pihak pemegang proyek.

“Jadi kalau dibiarkan seperti ini sangat membahayakan pengguna jalan, karena tanah urug ini kita ketahui bersama, selain membuat abu juga membuat jalan licin, sehingga kalau tidak berhati-hati pengedara sepeda motor akan terjatuh,”katanya, Jumat petang, (14/1).

Menurut Salman, pihak rekanan pemegang proyek tersebut harus menyiapkan pekerja untuk membersihkan badan jalan, supaya tanah yang jatuh tidak mengganggu pengendara.

“Kalau terus dibiarkan seperti ini tentu sangat membahayakan pengguna jalan, maka dari itu kita meminta kepada pihak proyek untuk saling menjaga kenyamanan, jangan lah akibat pembangunan ini masyarakat yang melintas daerah ini jadi korban,” jelasnya.

Dia menambahkan, jalan ini merupakan akses yang selalu dilintasi oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk keperluan pengurusan ke kantor.

“Jadi, kalau badan jalan banyak tumpahan tanah urug tentunya menjadi keluhan bagi masyarakat. Maunya tanah ini dibersihkan, jangan lepas tanggung jawab, karena jala ini milik negara, jadi siapa saja boleh menikmatinya dengan nyaman,” tuturnya. (mat).

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Satgas TMMD ke-119 Kodim 0102/Pidie dan Warga Beungga Terus Kerja Keras Buka Jalan Pertanian

27 February 2024 - 13:24 WIB

Kolaborasi Satgas TMMD ke-119 Kodim 0102/Pidie dengan Masyarakat Bersihkan Lingkungan Cegah Banjir dan Demam Berdarah

25 February 2024 - 09:05 WIB

Mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry Banda Aceh Kunjungi Rumah Baca Inspirasi Cendekia di Wih Pesam

24 February 2024 - 13:58 WIB

Rencana Musprov Taekwondo Indonesia Aceh Diwarnai Protes Para Pengurus Kabupaten dan Kota

21 February 2024 - 14:58 WIB

Kejari Lhokseumawe Tuntut Hukuman Mati 8 Orang Terdakwa Narkoba

21 February 2024 - 13:31 WIB

Pemungutan Suara Ulang di TPS 13 Kampung Jawa Lhokseumawe

21 February 2024 - 13:29 WIB

Trending di DAERAH