10 Tahun Jadi Buronan DPO Kejati Aceh Ditangkap di Bogor

Tim Tabur Kejagung saat mengamankan Irwanto bin Ilyas (tengah) DPO terpidana Kejati Aceh di Bogor, Jawa Barat (Foto: Puspenkum)

BANDA ACEH (RA) – Sepuluh tahun melakukan pencarian, Tim Tabur Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil meringkus Irwanto bin Ilyas (47), buronan terpidana korupsi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Kamis kemarin (13/1).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH. MH melalui rilisnya, Jumat (14/1) mengatakan, Irwanto ditangkap Tim Tabur Kejagung di Taman Burgenvil Golf B3 Nomor 3 Sukaraja, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Terpidana, yang merupakan Direktur PT. Buena Rezeki, dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), setelah dipanggil tidak datang secara patut oleh Kejati Aceh.
Sebelumnya sebut Leonard, berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 461K/PID.SUS/2011, tanggal 27 Juli 2011, Anto merupakan Terpidana dalam Perkara Dugaaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pelaksanaan Pekerjaan Beton Bertulang Dan Pelataran Terminal Terpadu Tahap II Kota Sigli.

Sayangnya, ketika dipanggil sebagai Terpidana oleh Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Anto dia tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut.

“Karenanya yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akhirnya berhasil diamankan setelah pencarian diintensifkan Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung,” ungkap dia.

Selanjutnya Terpidana akan dibawa menuju Aceh, dengan mematuhi protokol kesehatan guna dilaksanakan eksekusi.

Irwanto merupakan terpidana kasus tindak pidana korupsi pekerjaan beton bertulang dan pelataran Terminal Terpadu Tahap II Kota Sigli, Provinsi Aceh, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pidie Tahun Anggaran 2006, Rp.3.090.889.200,.

Atas perbuatan Anto, negara mengalami kerugiaan Rp845.250.490,49. Itu sebabnya, dia dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan membayar denda Rp200 juta dan dan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka akan diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan.

Baca Juga...  Polisi Ringkus Maling Burung

“Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan di seluruh Indonesia untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya, karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tegas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH. MH. (ril/ra)