Erosi DAS Krueng Langsa Ancam Rumah Warga

Salah satu rumah warga di Gampong Gedubang Jawa yang terancam erosi ditimbun dengan goni berisi tanah. Rakyat Aceh/Bahtiar

LANGSA (RA) – Erosi bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Langsa akibat banjir awal Januari 2022 lalu, kini mengancam keselamatan beberapa rumah warga yang berada pada jalur DAS, Minggu (16/1).

Sebagaimana yang terjadi di Dusun Bahagia, Lorong Andika, Gampong Gedubang Jawa, Kecamatan Langsa Baro. Berdasarkan pantauan koran ini, sedikitnya ada enam rumah warga pada bantaran DAS terancam ambruk ke dalam sungai.

Enam rumah yang terancam ambruk dan amblas ke sungai akibat erosi bantaran sungai tersebut masing-masing, milik Rudiansyah, Indra Kelana, Habibi, Kekman, Bang Adi, Pak John dan tanah kosong milik Hidayat.

Dilokasi terlihat erosi sudah mendekati keenam rumah tersebut dengan longsor mencapai panjangnya lebih kurang 50 meter dan lebar sekitar 7 – 12 meter.

Indra Kelana, salah seorang warga yang rumahnya terancam erosi mengatakan, jika sewaktu-waktu hujan dan terjadi banjir lagi, maka dirinya memastikan rumahnya beserta beberapa rumah warga lainnya akan ambruk ke sungai Krueng Langsa. Bahkan menurutnya, saat ini rumah milik Rudiansyah sudah retak bagian belakangnya, karena tanah di bagian pondasi sudah amblas dalam sungai.

“Kami berharap, pemerintah melalui instansi terkait dapat segera mengambil tindakan penanganan. Supaya, kami dan warga lainnya di sepanjang DAS Krueng Langsa bisa terselamatkan dari ancaman erosi berikutnya,” pinta Indra.

Lanjutnya, sementara ini untuk mengatasi erosi tersebut, warga membentengi bagian pondasi belakang rumah yang terkena erosi dengan tumpukan goni berisi tanah. Walaupun tidak menjadi jaminan selamat dari erosi bila banjir lagi, namun langkah tersebut sebagai upaya terbaik untuk mencegah rumah ambruk sembari menunggu tindakan pemerintah. (dai/rus).