Transportasi Lumpuh, Dewan Simeulue Tagih Tanggungjawab Pemerintah Aceh dan DPRA

Ketua Komisi A dan Komisi C DPRK Simeulue, naik rakit untuk menyeberangi sungai Lalla, Sabtu (14/1). AHMADI/RAKYAT ACEH

SIMEULUE (RA) – Dampak bencana alam banjir, yang merusak jembatan penghubung Kecamatan Salang dan Alafan, menyebabkan lumpuhnya akses transportasi dan berpotensi gejolak harga sembako dan harga hasil komoditi Sumber Daya Alam disana.

Berpotensi bakal terjadi gejolak bidang perekonomian dan sektor lainnya itu, setelah kunjungan kerja (kunker) Komisi A dan Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, yang turun langsung ke lokasi jembatan penghubung yang rusak di sungai Lalla, pasca bencana alam yang terjadi pada, Minggu (9/1) silam.

Hasil turun langsung Komisi A dan Komisi B wakil rakyat itu, ke lokasi jembatan rangka baja jenis bailey sepanjang 35 meter yang membentang sungai Lalla dan merupakan salah satu ruas jalan dan jembatan tanggungjawab dan kewenangan Pemerintah Aceh dengan kondisi yang tidak dapat dilalui oleh pelintas pejalan kaki maupun maupun kenderaan.

Ihya Ulumuddin, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, sesaat setelah meninjau langsung dan merasakan rakit untuk menyeberangi sungai Lalla tersebut, Sabtu (14/1), tagih tanggungjawab pihak Pemerintah Aceh juga termasuk DPR Aceh untuk turun kelokasi.

“Rusak berat dan tidak dapat dilalui jembatan rangka baja itu menyebabkan lumpuh transportasi dan kita khawatir akan terjadi gejolak harga sembako dan harga komoditi di Kecamatan Alafan. Karena ruas jalan dan jembatan itu masih tanggungjawab dan kewenangan Pemerintah Aceh, maka kita minta harus segera turun tangan termasuk DPR Aceh,” tegasnya kepada Harian Rakyat Aceh, Sabtu (14/1).

Ihya Ulumuddin juga menambahkan selain ruas jalan dan jembatan itu masih dalam tanggungjawab dan kewenangan Pemerintah Aceh, juga Kabupaten Simeulue merupakan bahagian daerah pemerintah (dapil) 10, sehingga perlu dan penting secepatnya pihak DPR Aceh merasakan naik rakit yang saat ini sedang di rasakan masyarakat.

Sementara, Ugek Farlian, Ketua Komisi A DPRK Simeulue yang juga turun kelokasi, mengaku bila tidak secepatnya ditangani jembatan rangka baja penghubung itu, dikhawatirkan bakal menimbulkan kepanikan masyarakat, dengan potensi gejolak harga sembako dan harga komoditi ?hasil perkebunan, pertanian dan hasil laut.

“Hari ini sudah memasuki hari ke enam jembatan penghubung kecamatan itu rusak berat dan tidak bisa digunakan dan arus transportasi lumpuh, hanya mengandalkan rakit dan perahu karet pasca bencana alam. Ini kita sangat khawatir bakal berpotensi gejolak harga sembako dan hasil komoditi SDA disana, maka Pemerintah Aceh dan DPRA harus cepat tanggap, sebab ruas jalan dan jembatan itu masih tanggungjawab dan kewenangan Provinsi Aceh,” kata Ugek Farlian, kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu (15/1).

Kedua Ketua Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue meminta Pemerintah Aceh dan DPR Aceh, untuk segera turun dan mengatasi persoalan tersebut, supaya tidak terjadi kegaduhan perekonomian dan sosial dalam masyarakat, disebabkan jembatan rangka baja itu merupakan satu-satunya penghubung Kecamatan Alafan dan Kecamatan Salang.

“Jangan sampai nanti menimbulkan polemik dan kegaduhan dalam masyarakat, bila jembatan penghubung kecamatan Alafan dan Salang itu, bila tidak secepatnya ditangani oleh pihak Pemerintah Aceh dan DPR Aceh selaku yang bertanggungjawab dan berwenang ruas jalan dan jembatan Lalla serta kita berterima kasih kepada Masyarakat dan BPBD setempat telah menyediakan rakit, juga Polres Simeulue operasikan perahu karetnya,” imbuh Ihya Ulumuddin dan Ugek Farlian, yang ditemui terpisah Harian Rakyat Aceh.

Untuk saat ini gejolak harga sembako di kawasan Kecamatan Alafan, masih stabil disebabkan kenderaan roda empat dan kenderaan pengangkut lainnya, melintasi lintasan ruas jalan dari Kecamatan Simeulue Barat ke Kecamatan Alafan, yang membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan, dengan kondisi ruas jalan yang sulit dan bersiko, menembus pegunungan.

“Untuk saat ini belum dirasakan gejolak harga sembako, disebabkan masyarakat kita sedang musim panen cengkeh dan padi. Meskipun saat ini jembatan Lalla belum bisa dilalui oleh kenderaan pengangkut, ada rute lain yang bisa dilaluinya dari kecamatan Simeulue Barat ke Alafan, maka hingga saat ini belum ada gangguan bidang perekonomian,” kata Daswan, Camat Alafan, kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu (15/1).

Data sementara yang dirilis pihak BPBD Simeulue dampak pasca bencana alam banjir itu, pertanggal 10 Januari 2022, pukul 19:30 WIB, banjir melanda sejumlah titik di Kecamatan Simeulue Tengah, Simeulu Cut, Salang, Alafan dan Kecamatan Simeulue Barat.

Bencana banjir merendam rumah yang dihuni 798 jiwa atau 154 Kepala Keluarga (KK). Dan sebahagian korban banjir mengungsi di tenda darurat dan rumah warga lainnya, dan pihak BPBD Simeulue mendirikan tenda darurat dan dapur umum serta bantuan masa panik.

Bencana alam banjir ?yang melanda sejumlah wilayah Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue, Minggu (9/1), setelah hujan deras sekitar pukul 23.00 wib, selain banjir, merendam rumah dan fasilitas lainnya, merusak jembatan juga longsor di kawasan Kecamatan Alafan. (ahi/bai)