Normalkan Jembatan Rangka Baja BPBD Simeulue Tancapkan Puluhan Batang Kelapa‎

Puluhan batang kelapa digunakan untuk menormalkan kembali jembatan rangka baja di sungai Lalla, Kecamatan Salang setelah dihantam bencana alam banjir, pada tanggal 9 Januari 2022 silam. Selasa (‎18/1). Ahmadi - harianrakyataceh.com  ‎

HARIANRAKYATACEH.COM  – Puluhan batang kelapa di tancapkan ke dasar sungai Lallla, sebagai tiang bantu darurat untuk normalkan kembali jembatan rangka jenis Bailey yang miring dan nyaris ambruk di terjang banjir, Minggu (9/1) silam.

Tiang bangu darurat sekitar 20 batang kelapa sepanjang 8-10 meter yang dipasang dan di tancapkan kedasar sungai Lalla, dengan melibatkan alat berat serta belasan personil BPBD Simeulue, sehingga jembatan rangka baja dengan berat ratusan ton itu, kembali ke posisi normal, Selasa 18/1).

‎Hal itu disampaikan Zulfadli Kalaksa BPBD Simeulue, yang dihubungi harianrakyataceh.com, Selasa (8/1). “Untuk normalkan kembali jembatan rangka baja sungai Lalla itu, 24 jam bekerja personil BPBD Simeulue. Alhamdulillah sudah kembali ke posisi semula, setelah kita tancapkan tiang bantu sekitar 20 batang kelapa ke dasar sungai”, kata Zulfadli.

Selain ditancapkan puluhan batang kelapa sebagai tiang bantu darurat itu, juga puluhan batang kelapa lainnya, di tancapkan untuk penahan material timbunan ‎lainnya, sehingga kondisi terkini perdana jembatan rangka baja itu, telah dapat dilalui oleh pelintas khususnya pejalan kaki dan sepeda.

Masih menurut Zulfadli, dalam waktu dekat jembatan rangka baja sepanjang 35 meter dengan tiang darurat dari batang kelapa, untuk mengubungkan dua Kecamatan yakni Kecamatan Salang dan Kecamatan Alafan itu, telah dapat di fungsikan dan di lintasi kenderaan roda dua, roda empat botonase 5-8 ton.

Selain 54 batang kelapa ‎di alokasikan untuk menormalkan jembatan rangka baja, juga membutuhkan sekitar 100 damtruck material jenis batu gajah, untuk penahan abrasi di sekitar kepala jembatan yang masih masuk dalam daftar tanggungjawab dan wewenang Pemerintah Aceh.

“Jembatan itu sangat penting untuk menghubungkan dua Kecamatan, setelah dibantu dengan tiang darurat dari batang kelapa, jembatan rangka baja itu nantinya bisa dilintasi kenderaan roda empat bertonase 5-8 ton. Kita berharap tidak ada bencana banjir susulan dan perlu secepatnya dibangun oleh Pemerintah Aceh, sebab jembatan itu masih tanggungjawab dan kewenangan mereka”, imbuhnya.

‎Sejumlah rakit dan perahu karet masih difungsikan untuk menyeberangkan pelintas, setelah jembatan rangka baja tersebut dihantam banjir, Minggu (9/1) silam dan bencana banjir juga merendam pemukiman warga di sejumlah Kecamatan dalam wilayah administrasi Kabupaten Simeulue.

Data sementara yang dirilis pihak BPBD Simeulue dampak pasca bencana alam banjir‎ itu, pertanggal 10 Januari 2022, pukul 19:30 WIB, banjir melanda sejumlah titik di Kecamatan Simeulue Tengah, ‎Simeulu Cut,‎ Salang, ‎Alafan dan Kecamatan ‎Simeulue Barat.‎

Bencana banjir merendam rumah yang dihuni 798 jiwa atau 154 Kepala Keluarga (KK). Dan sebahagian korban banjir mengungsi di tenda darurat dan rumah warga lainnya, dan pihak BPBD Simeulue mendirikan tenda darurat dan dapur umum‎ serta bantuan masa panik.

Bencana alam banjir ‎yang melanda sejumlah wilayah Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue, Minggu (9/1), setelah hujan deras sekitar pukul 23.00 wib, selain banjir, merendam rumah dan fasilitas lainnya, merusak jembatan juga longsor di kawasan Kecamatan Alafan. (ahi)