Anak Usia 6-11 Tahun Mulai Divaksin

Anak usia 6-11 tahun divaksin di gedung offroom Sekdakab setempat disaksikan Bupati Shabela Abubakar dan forkopimda. JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mulai action melakukan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten berhawa sejuk itu. Hal itu dibuktikan dengan kegiatan launching di gedung offroom Setdakab setempat, Rabu (19/1).

Data sasaran vaksinasi usia 6-11 tahun secara nasional sebanyak 26.400.300 orang, untuk Provinsi Aceh sebanyak 581.929 orang dan sasaran untuk Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 24.432 anak.

Plt Kepala Dinas kesehatan Aceh Tengah, dr Yunasri MKes mengatakan, tujuan dilakukan vaksinasi untuk anak itu untuk percepatan pelaksanaan program vaksinasi anak usia sekolah menjadi generasi yang kuat menuju Aceh Tengah sehat.

Pihaknya sudah mempersiapkan se-matang mungkin pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun iyu. Bahkan, vaksin yang digunakan untuk sementara ini adalah jenis sinovac dan sudah mengantongi emergency use autorization (EUA).

Lebih lanjut Yunasri merinci, Kabupaten Aceh Tengah untuk dosis pertama saat ini mencapai, 74,5 persen setara dengan 120.535 orang, dosis ke dua 47,7 setara dengan 77.769 orang. Dan serapan vaksin untuk lansia mencapai 66,56 persen setara dengan 8764 orang.

“Sesuai surat dari Kemenkes tentang pelaksanaan vaksinasi untuk anak umur 6-11 tahun apabila dosis pertama sudah mencapai 70 persen dan lansia mencapai 60 persen. Untuk Aceh Tengah syarat ini sudah dipenuhi,” kata Yunasri.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar berharap, sosialisasi dan koordinasi seluruh petugas kesehatan dan tenaga lainnya termasuk TNI/Polri, para Camat, Reje, kader kampung, lintas sektor dan lintas program, lembaga pendidikan serta dukungan penuh dari orang tua murid juga para guru sebagai tenaga pendidik.

“Mari kita, bersama-sama aktif dalam mensosialisasikan dan mensukseskan pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Aceh Tengah, agar masyarakat tetap sehat dan terbebas dari segala penyakit terutama pandemi covid-19,” ajak Shabela.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan penting bagi Bupati Shabela, katanya, anak harus diberi penjelasan dengan bahasa sesuai umur sebelum melakukan vaksinasi. Untuk anak dengan komorbid atau difabel, harus mempersiapkan diri dengan konsultasi pada dokter yang merawat. Berikan keterangan medis kepada petugas sebelum anak divaksin.

“Perhatikan keluhan setelah mendapatkan vaksinasi sampai dengan waktu sekitar 3 hari. Catat nomor hp petugas dimana anak mendapatkan vaksinasi. Jangan lengah, walaupun telah divaksinasi, anak tetap memakai masker dengan benar,” pungkas Shabela. (jur/bai)