Delapan Warga Etnis Rohingya Kabur dari Kamp Pengungsi

Puluhan WNA etnis Rohingya diturunkan warga dari kapal yang menolong mereka, untuk mendarat di Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kamis (26/6). (idris bendung/rakyat aceh)

LHOKSEUMAWE (RA) – Delapan warga etnis Rohingya kabur dari kamp pengungsian di Balai Latihan Kerja (BLK) Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, kabur.

Informasi diterima Rakyat Aceh, para muslim Rohingya itu kabur pada Selasa siang kemarin. Mereka adalah Asma Binti Solimullah, Kismot Ara Binti Sollimullah, Khaleda Bibi Binti Muhammad Yunus, Nur Shafa Binti Khaitatullah, Mushona Begum Binti Abul Khasim, Noor Kayas Binti Fetan, Haresa Binti Saleh Ahmad, dan Samira Binti Muslim.

Assistant Protection Officer, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), Hendrik Ch. Therik kepada awak media menyampaikan, sejauh ini pihaknya belum dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait kaburnya delapan imigran Rohingya dari BLK Kandang.

“Yang jelas kita masih terus mencari informasi terhadap keberadaan delapan imigran Rohingya yang kabur ini. Kalau sudah ada informasi lanjutan maka akan berkoordinasi dengan humas Pemko Lhokseumawe,” ungkapnya.

Disebutkan, pihaknya juga sejauh ini belum bisa memastikan apakah kedelapan warga Rohingya itu meninggalkan kamp atau tidak. Kita akan berkoordinasi dengan petugas keamanan dan satuan tugas terkait.

Amankan Dua Pemuda
Sementara itu, informasi yang berkembang Polres Lhokseumawe juga berhasil mengamankan dua pemuda asal Medan, Provinsi Sumatera Utara. Masing-masing berinisial AF dan RH yang diduga terlibat dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Mereka ditangkap ketika berusaha menjemput warga Rohingya, di Kamp Pengungsi di Balai Latihan Kerja (BLK), Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kota Lhokseumawe.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dikonfirmasi awak media, membenarkan penangkapan dua pemuda asal Medan dan masih dilakukan penyelidikan. (arm/imin)